Skip to main content

Acara Reborn Photography Pindah ke Cafe Mama


Acara Reborn Photography yang awalnya akan dilaksanakan di Rumah Kue Margorejo, Metro Selatan, pada Minggu tanggal 24 September mendatang dipindahkan ke Cafe Mama, Jl. Kampung Banten, Iring Mulyo Metro Timur. Pembatalan tempat tersebut terkait dengan beberapa peraturan teknis tambahan di hari H yang tidak mencapai kesepakatan.

"Pihak Rumah Kue mengharapkan acara Reborn Photography tidak menggangu kenyamanan pengunjung Rumah Kue yang lain. Kita sebenarnya sudah mengupayakan untuk mengantisipasi itu dengan membuat beberapa peraturan teknis untuk peserta, tetapi ada beberapa persyatatan lain dari Rumah Kue yang tidak mungkin kita ikuti, seperti mengatur tempat duduk talen (model), mengatur spot pemotretan hanya di beberapa area tertentu, dan beberapa turan lain yang sangat sulit kita penuhi," ujar Muhammad Iqbal, Ketua Metro Photography, Jumat (15/9).

Hal senada juga disampaikan Ragil Utama, Ketua Pelaksana Reborn Photograpy. Menurut Ragil dari awal sebenarnya seluruh konsekuensi dari acara itu sudah dibicarakan dengan pihak Rumah Kue.

"Kita sudah sampaikan sejak awal bahwa resiko mengumpulkan banyak fotografer memang relatif akan mengurangi kenyamanan pengunjung lain, bahkan kehadiran model bisa menjadi pusat perhatian pengunjung yang bisa mengakibatkan kerumunan, itu saja sudah bisa dibayangkan akan sangat menganggu. Awalnya bisa saling memahami resiko itu, tapi mungkin setelah berpikir ulang pihak Rumah Kue khawatir, sehingga mengajukan beberapa persyaratan yang sangat sulit kita penuhi." Jelas Ragil.

Setiap kali mengadakan even atau kegiatan pemotretan di kafe-kafe, biasanya para fotografer bebas mengeksplor setiap tempat yang mereka anggap pas, indah dan memiliki nilai estetika.

"Untuk kebaikan kedua belah pihak, jalan keluarnya adalah kita pindah tempat saja. Di Cafe Mama, tempatnya juga lebih luas, lebih artistik, fotografer bisa lebih nyaman dan bebas mengeksplor setiap sudut dan tempat, sehingga kita juga tak perlu batasi jumlah peserta yang awalnya hanya untuk 40 orang. Kebetulan pemilik Cafe Mama, Bang Jerry Joel juga penyuka seni," lanjut Ragil.

Meskipun bebas, lanjut Ragil peserta himbau untuk tertib dan menggunakan atribut sehingga mudah dikenali.

"Untuk itu, kita berharap mereka yang telah menyatakan akan ikut, segera melakukan registrasi dan membayar biaya pendaftaran, agar kita bisa mempersiapkan hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta, sehingga dalam acara nanti semua sudah siap dan semua merasa tidak nyaman." ungkap Ragil Utama menutup pembicaraan..



Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.