Skip to main content

Kampanye #Ayokedamraman, Gerakkan Wisata berbasis Warga


Dam Raman merupakan bendungan air yang berada di antara perbatasan Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Dam Raman sudah sejak lama disebut-sebut memiliki potensi wisata yang menjanjikan, mulai area danau yang lebar, pohon-pohon besar dan beberapa spot atau lokasi yang cocok untuk foto, bahkan beberapa komunitas fotografi pernah menyelenggarakan acara foto, termasuk Metro Photography (MP) sebagai komunitas fotografer yang paling besar di Kota Metro, tetapi hingga kini Dam Raman tetap tidak tergarap sama sekali.

Hal itulah yang mendorong Dharma Setyawan, Dosen IAIN Metro dan beberapa rekannya untuk mendirikan komunitas #Ayokedamraman sekaligus menggencarkan kampanye lewat media sosial.

"Setidaknya sejak umur 9 tahun, saya sudah mendengar semua orang bercerita bahwa Dam Raman akan dibangun. Sampai hari ini saya telah berumur 29 tahun, artinya sudah 20 tahun lamanya. Dan Dam Raman tetap biasa saja, paling jika ada pembangunan hanya pembenahan tanggul, pagar besi dan cat ulang bangunan tua," jelas Dharma yang kebetulan juga berasal dari wilayah sekitar Dam Raman via pesan WhatsApp, Rabu (8/9).

Dharma meyakini bahwa gerakan warga yang peduli terhadap Dam Raman bisa menjadi pilihan alternatif untuk membangun parawisata berbasis warga yang murah dan berkelanjutan.

Komunitas #ayokedamraman memulai kampanyenya dengan membuat laman facebook dan akun instagram @ayokedamraman, membuat website www.ayokedamraman.com, termasuk membuat group WhatsApp yang beranggotakan anak-anak muda. Komunitas ini terinspirasi oleh banyaknya wisata yang diinisiasi warga di daerah lain, tanpa harus menunggu Pemerintah, seperti Puncak Becici Jogja,  Wisata Hutan Pinus yang dibangun gotong royong oleh warga hanya dalam waktu 2 tahun sudah sangat dikenal.

"Disitulah saya memulai menyapa mereka, kawan, pemuda desa, dosen, paguyuban, juga orang-orang di Dinas Pariwisata kota Metro yang memiliki wewenang.  Pemerintah tentu punya program pembangunan, bahkan Dam Raman  katanya sudah masuk anggaran pembangunan  tahun depan. Saya sangat berharap itu benar terealisasi." harap Dharma

Sejauh ini, usaha dari gerakan #ayokedamraman telah menunjukkan hasil positif, wahana outbond, flying fox dan olahraga panahan telah sukses digelar. Bahkan, mereka juga sudah membeli beberapa buah perahu karet yang siap diuji-cobakan hari Minggu (10/9) besok.

Sukses kampanye #ayokedamanraman pada tahap pertama, komunitas ini sekarang mengampanyekan pendirian musholla.

"Setelah ini kami akan berkampanye membangun mushola sederhana. Sejauh ini banyak yang ikut menyumbang mulai 20 ribu hingga 1 juta  rupiah. Saya percaya bahwa kebaikan  itu menular dan warga akan merasa memiliki. Bertemunya kami dengan gerakan #metrobergeliat membuat kami cepat dikenal di media sosial, setidaknya di kota Metro. Banyak yang komentar positif terkait kampanye kami di media sosial. Gerakan #metrobergeliat sangat kompeten dalam mengajak publik untuk ikut membagikan foto kenangan mereka ketika di Dam Raman," kata Dharma bersemangat. (RU)



Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum