Skip to main content

Perpustakaan Kok Angker?


Dalam beberapa kali obrolan dengan Syachri Ramadhan, Kepala Perpustakaan Kota Metro, tersirat keinginan besar beliau untuk merubah image perpustakaan yang angker menjadi tempat yang mengasyikkan, ramai dikunjungi sehingga tak kalah ramai dengan tempat-tempat nongkrong seperti cafe atau tempat rekreasi.

Selama ini, kita memang sering mendengar atau bahkan mendapati tulisan "dilarang berisik", "harap tenang", dan peringatan-peringatan bernada seram lainnya yang melekatkan citra bahwa perpustakaan itu elit, tertutup, angker, menakutkan atau menegangkan.

Anak-anak muda yang suka bersenang-senang, menjadi semakin berjarak dengan perpustakaan. Maka tak berlebihan sebenarnya, jika muncul ide bagaimana perpustakaan menjadi tempat rekreasi yang digandrungi, membaca buku dikemas menjadi hal yang menyenangkan, membicarakan isi buku sama halnya dengan membincangkan jalan cerita di film-film atau menggeser gosip murahan yang bertema tentang kekurangan teman, menjadi gosip berbobot karena ngomongin kekurangan isi buku yang telah dibaca.

Dinding-dinding perpustakaan yang berwarna putih seperti cat dinding rumah sakit diganti menjadi warna-warni yang menunjukkan keceriaan.

Alangkah kerennya, tatkala perpustakaan berubah menjadi salah satu tempat tujuan rekreasi. Ada ruang sejarah yang didesain sedemikian rupa sehingga kita seolah benar-benar berada di masa lalu, memasuki ruang tersebut kita menjadi paham cikal-bakal kelahiran kota, gambaran kota pada waktu lampau, akhirnya meski kota telah mengalami perubahan pesat, kita tak buta sejarah.

Hasil obrolan tak formal bersama kawan-kawan pegiat komunitas yang mengalirkan banyak gagasan dan saran, mulai dari menyediakan ruang atau spot foto untuk selfie, menyediakan quote terkeren dari pengunjung yang di-update setiap hari hingga ide-ide gila seperti menghadirkan suasana cafe atau wisata di perpustakaan.

Meski tak bisa sim silabim, Perpustakaan Kota Metro mulai berbenah, setidaknya obrolan liar di atas seperti ide menyediakan tempat quote keren, tempat foto serta upaya menyosialisasikan buku-buku yang ada di perpustkaan lewat media sosial dengan cara-cara trendi mulai direalisasikan. Bahkan kehadiran mobil pustaka keliling di ruang-ruang publik menjadi nilai plus bagi perpustakaan Kota Metro yang sedang giat-giatnya mengampanyekan Gerakan Metro Membaca.

Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati tanggal 26-27 September mendatang, adalah gebrakan awal Perpustakaan Kota Metro melibatkan banyak orang, mulai yang berbentuk video seruan untuk datang ke perpustakaan hingga dalam penyelenggaraan even yang dikemas dengan sangat menarik, seperti bedah buku, donasi buku, lomba menulis, lombo foto, lorong baca 100 meter hingga pagelaran seni yang menghadirkan grup-grup band lokal yang ngetop.

Harapannya, ini adalah gebrakan pertama yang menjadi langkah awal menjadikan perpustakaan lebih semarak, ramai dan mengasyikkan, ada ruang bagi setiap komunitas untuk berdiskusi. Koleksi buku juga harus terus ditambah sesuai kebutuhan warga kota, buku musik, fotografi, dan buku-buku lain selain buku-buku yang menjadi konsumsi kampus dan sekolah seperti yang tersedia selama ini.

Pengelola perpustakaan juga sudah harus terbiasa menunjukkan keramahan terhadap setiap pengunjung, tak ada lagi sikap yang mengesankan perpustakaan angker dan menyeramkan. Dan, yang paling penting pengelola perpustakaan harus juga ikut membiasakan diri untuk membaca dan memahami buku-buku yang ada di perpustakaan. Sehingga ketika ada pengunjung yang bertanya soal buku, mereka dengan mudah menjawab tetapi bukan dengan jawaban, "cari saja di rak itu, kalau tak ditemukan berarti tidak ada!"

Sebelum memasuki ruang buku, akan lebih keren ada review buku yang terpampang di pintu masuk, dan setiap hari diperbaharui, tujuannya menstimulus pengunjung untuk tertarik membaca buku tersebut. Tak perlu panjang dan detail, cukup mengungkap "kenapa anda harus atau perlu membaca buku ini."

Begitulah harapannya.

Saya berharap, perpustakaan angker itu adalah mitos dan harapan di Kopi Pagi kali ini, bukanlah mitos!

Selamat memperingati Hari Kunjung Perpustakaan tanggal 26-27 September, Ayo datang ke Perpustakaan Kota Metro, Ayo Membaca Buku!



Comments

  1. Wihh suka tulisan bang rahmat.. makin renyah dibaca.. merinding bacanya.. omah1001 gokil

    ReplyDelete
  2. Thanks ya Mimin Metro Bergeliat, Kopi Pagi lagi nyari bentuk dan gaya yang pas, biar ketemu pembacanya juga... Terus berbenah Min. Sukses Seelalu juga ya Min.. Support selalu untuk Event dan Talent Lokal.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum