Skip to main content

Puisi - Tak Terbalas Karya Muhammad Anugerah Utama


Senyum bersahaja
Merekah
Bertirai cucuran keringat
Bersimbah

Pandangan mata sayup-sayup
Meneduh
Dekapan jemari hangat
Mengeram

Di balik dinding tembikar ini
Dingin
Rinai menari-nari
Berloncatan

Secuplik pelita menemani
Tik ... Tik ... Tik ...
Senyap dilesap bingkai foto
Tergantung
Di sudut

Bercerita tentang senyuman
Dan tangisan
Yang tak pernah terdengar
Belasan tahun lalu

Di sampingnya
Tergantung ragam kolase
Berdebu
Dilahap usia

Aneh
Kukira kehangatan datangnya hanya dari
Secuplik pelita yang kupegang?
Tidak sepenuhnya benar

Beberapa datang dari
Pelukan hitam putih
Resiprok
Dua sosok yang bersalingan

Yang satu semakin besar
Gagah
Yang satu tak mengecil
Tapi napasnya melemah
Rungkih

Hingga aku sadari dari kisah itu rupanya
Aku belajar berjalan
Belajar tertawa, mengerti perasaan
Dikirim dari kisah yang terselip
Dalam sepucuk surat

Dan
Dari ribuan surat yang terkirim
'Kuccoba balas satu persatu
Kutulis
Rupanya sudah terlampau banyak
Takkan bisa berbalas


Mamacaferesto, 24 September 2017

Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum