Skip to main content

Jelang Munas KAHMI X : E-Voting dan Pendataan Anggota HMI/KAHMI



Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas)  ke 10  di Hotel Dyandra Santika, Kota Medan, Sumatera Utara, pada 17-19 November 2017 yang akan datang.

Pertanyaannya adalah apakah HMI/KAHMI perlu memiliki daftar anggota yang riil dan konkrit? Atau cukup klaim saja? Menurut hemat saya, jawabannya adalah perlu data anggota yang akurat termasuk potensi-potensinya yang dapat dikembangkan dan dikolaborasikan.

Pertanyaan berikutnya, kenapa sampai sekarang data anggota HMI/KAHMI tidak kita dapatkan angka yang pasti? Jawabannya kita serahkan kepada PB HMI dan MN KAHMI.

E-voting sebagai sebuah cara memilih, memiliki kemampuan untuk memaksa kepada setiap organisasi, dalam hal ini HMI/KAHMI, untuk mendata anggotanya secara akurat. Data akurat ini karena setiap orang memiliki 1 hak suara. Harus dipastikan bahwa yang bersangkutan adalah benar-benar anggota HMI/KAHMI.

Sebagai organisasi intelektual yang biasanya bekerja dan mengambil keputusan berdasarkan data-data pendukung yang akurat, sudah selayaknya HMI/KAHMI memiliki data anggota berikut potensinya. Berdasarkan data-data tersebut kita bisa memetakan banyak hal, dari hal-hal yang paling sederhana hingga hal-hal yang sangat penting dan mendasar, semisal berapa Sarjana Hukum, Sarjana Politik, Dokter, Dokter Gigi, Dokter Hewan, Apoteker, Insinyur Tehnik, Sarjana Agama dll.

Berdasarkan data-data tersebut, HMI juga bisa membuat strategi rekrutmen anggota berdasarkan apa kebutuhan Indonesia di masa depan dan keahlian apa saja yang diperlukan? HMI-KAHMI akan mengambil peran di mana dan berapa besar?

Jadi pola rekrutmen HMI akan mengalami perubahan dan pembaharuan untuk mengantisipasi masa depan. Bukankah tujuan HMI menyebutkan bahwa kita bertanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yg diridhai Allah SWT.?

Waktu 5 tahun untuk KAHMI, rasanya cukup untuk mempersiapkan e-voting ini sekaligus mendapatkan bonus data anggota yang akurat.
Untuk HMI mudah-mudahan di Kongres yang akan datang, gagasan ini juga dapat diterima/diadopsi sehingga suasana Kongres akan menjadi lebih baik dibandingkan Kongres 2 periode terakhir yg mengiris hati.

Sujana Sulaiman, Presiden/Inisiator KFJS Indonesia. Admin WA Grup KBA HMI Pencinta Buku, Alumni HMI.




Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.