Skip to main content

Jelang Munas KAHMI X : E-Voting dan Partisipasi


Sebuah organisasi akan hidup, tumbuh dan berkembang apabila organisasi tersebut dapat membangun budaya partisipatoris dari anggotanya. Anggota organisasi tersebut dengan sukarela terlibat aktif dalam membangun dan membesarkan organisasi tersebut.

Apabila kita melihat waktu yg telah dilewati oleh HMI selama 70 tahun dan KAHMI selama 51 tahun, timbul pertanyaan, apakah organisasi ini bertambah besar, bertambah baik dan bertambah kuat perannya dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT?
Silakan masing-masing kita merenungkan dan menjawabnya.

Menurut hemat saya, HMI dan KAHMI telah mengalami penurunan fungsi dan perannya dalam kehidupan umat, bangsa dan negara.

Apakah solusi terbaik untuk mengembalikan fungsi dan peran HMI dan KAHMI? Salah satu caranya adalah dengan mendorong sekuat mungkin partisipasi aktif dari setiap individu anggotanya.

Dalam membangun budaya partisipatoris di atas, sekurang-kurangnya ada 2 hal yang bisa dilakukan. Pertama, setiap anggota diberi hak penuh untuk menentukan pemimpinnya di semua level kepemimpinan. Kedua, menjadikan HMI dan KAHMI sebagai lembaga atau organisasi yang membanggakan, menimbulkan respek dan membangkitkan optimisme dalam menghadapi ketidakpastian masa depan.

Islam telah mengajarkan kepada kita untuk memilih pemimpin adalah orang yang terbaik di antara kita. Oleh karena itu, dengan asumsi dasar bahwa HMI dan KAHMI adalah muslim dan intelektual, maka mereka akan memilih pemimpin yang terbaik di antara mereka.

Pemilihan langsung via e-voting berbeda dengan pemilihan melalui sistem perwakilan. Belakangan kita banyak mendapatkan informasi tentang kejadian para delegasi "kemasukan angin". Indikator paling sederhana dan mudah dirasakan serta kita lihat adalah tatkala HMI dan KAHMI terlihat gamang dalam menyikapi masalah keumatan dan kebangsaan pada saat sangat dibutuhkan.
Kejadian-kejadian beberapa waktu belakangan wajib kita jadikan cermin untuk menjadikan HMI dan KAHMI lebih baik di masa depan.

Kita semua paham bahwa kemajuan teknologi informasi berkembang sangat pesat. Oleh karena itu, penerapan e-voting pada waktu 5 (lima) tahun mendatang akan sangat mudah dan terjaga keamanannya.

Jadi, menurut hemat saya, HMI dan KAHMI perlu segera berbenah dan menerapkan e-voting.
Semoga...


Sujana Sulaiman, Presiden/Inisiator KFJS Indonesia. Admin WA Grup KBA HMI Pencinta Buku, Alumni HMI.




Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.