Skip to main content

Si Gadis Kecil Yang Lucu, Peraih Medali Emas FLS2N 2017 Dari Kota Metro



Uci begitu teman-temannya akrab menyapa, bernama lengkap Luci Intan Sari, gadis kecil yang lucu dan lugu, sebutan para gurunya di SMA Muhammadiyah 1 Metro, berhasil mengharumkan nama Provinsi Lampung, menjadi satu-satunya yang membawa Medali Emas karena berhasil menjadi juara pertama Lomba Baca Puisi di ajang bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ceritanya, berawal dari seleksi FLS2N Tingkat Kota Metro dan berlanjut ke seleksi FLS2N Tingkat Provinsi Lampung, Uci berhasil mewakili Provinsi Lampung ke FLS2N Tingkat Nasional. Untuk menjadi wakil Lampung, Uci harus lebih dulu bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah di Kota Metro dan mengungguli peserta dari 14 Kabupaten/Kota  se-Provinsi Lampung.

Perhelatan FLS2N 2017 di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang diikuti oleh siswa/siswi terbaik dari 34 Provinsi di Indonesia. Khusus, bidang lomba baca puisi di ajang FLS2N yang diikuti Uci berlangsung sejak pukul  sembilan pagi,  di ruang rapat Hotel Sylvia Kupang, NTT. Para juri terdiri dari  Dr. Sunu Wasono,  KH. Acep Zamzam Noor  dan  Ahmadun Yosy Hernanda.

Lomba yang berlangsung maraton seharian penuh ini diikuti siswa-siswi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka merupakan siswa-siswi terpilih hasil dari seleksi tingkat sekolah, kabupaten, provinsi dan akhirnya masuk ke tingkat nasional di FLS2N ini.

Pada lomba baca puisi kali ini, peserta banyak mengambil puisi  besutan Sutardji Calzoum Bahri  untuk dibacakan. Tapi mereka membacanya dengan gaya yang sama, bahkan dari daerah yang berjauhan, mereka mengambil style yang sama saat membacakannya.

Hasil akhir dari final lomba baca puisi FLS2N di Kupang, NTT 2017, Juri memutuskan bahwa pemenang  untuk juara pertama dengan perolehan medali emas adalah Luci Intan Sari dari SMA Muhamadiyah I Metro, Lampung, diikuti juara kedua, Dini Erianti Rahayu dari SMAN 9 Pekanbaru Riau memperoleh medali perak dan Naomi Laksita Laras dari SMAN I Medan, Sumatera Utara memperoleh medali perunggu. 

Uci adalah siswi SMA Muhammadiyah 1 Metro, sekarang duduk di  kelas 12 IPA 1, dikenal sebagai siswi berprestasi dan sangat menyukai puisi di bawah pembinanaan guru yang memang memiliki latar belakang sastra, Sari Yuni, M.Pd. Selain aktif belajar di kelas Uci juga sangat aktif di organisasi, Ia menjadi Ketua Bidang PIP PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Metro, serta salah satu pengurus KIR dan Teater Joker SMA Muhammadiyah 1 Metro.

Tetap rendah hati dan bersahaja, Sabtu, 7 Oktober 2017 mendatang Uci akan datang berbagi pengalaman dan pengetahuan sekaligus akan membaca Puisi "Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum" karya Goenawan Muhammad di Bincang Sastra yang ditaja Pojok Sastra Komunitas (PSK) setiap Sabtu sore di Rumah Bersama, Belakang Koramil, 15A Iring Mulyo Metro Timur.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum