Skip to main content

Terkendala Biaya, Tama Gagal Ikut AYIMUN 2017 di Malaysia


Berbeda dengan teman-temannya dari daerah lain yang rata-rata mendapatkan dukungan dan support dari kepala daerahnya, Muhammad Anugerah Utama harus mengurungkan mimpinya untuk berangkat ke Malaysia, mengikuti AYIMUN 2017 karena kendala biaya.

"Barangkali Tama tak ingin membebani orang tuanya, sehingga ia memilih diam dan tak bercerita apapun soal AYIMUN 2017 di Malaysia. Saya juga kaget, begitu tahu bahwa batas terakhir konfirmasi sudah lewat. Padahal sebagai orang tua, sebenarnya bisa saja mengusahakan dengan cara apapun." ujar Ayahnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/10).

Tama sendiri, hanya mengirimkan beberapa link berita yang menunjukkan dukungan pemerintah setempat terhadap kawan-kawannya dari daerah lain. Seperti dari Sumatera Utara yang mengirimkan 6 peserta yang berasal dari Mahasiswa FH. Universitas SumateraUtara, Bengkalis  mengirimkan 3 delegasi, dan Bogor yang mengirimkan dua delegasi. Setidaknya, ada 60 peserta dari seluruh Indonesia yang akan bergabung dengan 1.000 peserta dari 26 negara yang berasal dari Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa dan Oceania, mengikuti acara Asean Youth International Model Unitet Nation (AYIMUN) 2017.

Beberapa orang menyampaikan rasa kagetnya begitu mengetahui Tama tak jadi mengikuti ajang bergengsi tersebut.

"Udah kepilih kok gagal berangkat? Haduh, nasibnya Tama,  tinggal di kota sesempit Metro yang katanya Kota Pendidikan malah terabaikan, Pemkotnya terkesan apatis kalo gini mah. Coba geser wilayah kabupaten tetangga, kalo kedenger Pemkab ada warganya berprestasi dikit atau minimal punya bakat yg unik, pasti langsung di bina dan diangkat!" Komentar Dewi Masitoh kaget mendengar batalnya Tama mengikuti AYIMUN 2017.

Beberapa orang menuding pemerintah sengaja menutup mata dan telinga terhadap kegiatan yang akan diikuti oleh putra asli Kota Metro ini.

"Tak mungkinlah pemerintah tak mengetahui kegiatan ini, soalnya ini kan tersebar di media sosial. Daerah tetangga aja yang jaringan internetnya belum selancar di Metro, tiap hari aktif di media sosial, masa pemerintah Kota Metro kalah, jika tak walikotanya kan banyak pejabat lain yang bisa memberikan informasi. Keterlaluan mah ini! Tidak ada inisiatif sama sekali untuk support putra daerah yang berprestasi!" ujar El yang aktif dalam kegiatan komunitas anak muda di Kota Metro.

Dalam tulisan sebelumnya di blog ini, Tama disebutkan akan mengikuti AYIMUN 2017 setelah bersaing dengan 3.000 peserta yang mendaftar dari seluruh negara-negara yang akan hadir di acara tersebut. (RU)





Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum