Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

"Rombongan Seni-One" Akan Pentaskan Sejarah "Putri Sumur Bandung"

Dok. Jerry Joel, Cafe Mama Halaman belakang Cafe Mama nampak temaram seperti tersiram sinar purnama yang menetes lewat celah-celah daun pohon, menerangi tanah dan panggung. Pohon-pohon terlihat kokoh berdiri di antara ranting-ranting yang jatuh meranggas, di sebelah kanan dan kiri tampak tirai hitam terpancang di antara dua tiang. Cahaya yang berasal dari lampu-lampu yang ditata secara apik memberi kesan halaman belakang cafe tersebut seolah benar-benar seperti purnama jatuh di tengah belantara.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.

Globalisasi dan Gombalisasi Penguasa

Jika ada pemimpin yang menyebut dirinya pro wong cilik, peduli terhadap PKL dan menjadikan buruh dan pekerja sebagai isu utama kampanyenya, tetapi ia masih memberi kemudahan perizinan toko-toko modern, usaha-usaha ritel, rajin mengundang investor untuk menanam beton dan membangun ruko di kota ini , maka yakinilah,  orang tersebut adalah raja gombal.

Kota Dalam Serbuan Globalisasi

Antony Giddens dalam sebuah paper-nya yang berjudul Runaway World, menyampaikan bahwa globalisasi bukan hanya fenomena ekonomi, namun lebih jau h merupakan fenomena multidimensional, baik politik, ekonomi, teknologi, sosial dan budaya. Cak Nun, menganalogikan globalisasi dalam Markesot Bertutur Lagi sebagai menuangkan air panas, gula, kopi campur keringat sedikit, lantas diaduk sampai larut satu sama lain.

Menunggu Kelahiran Kembali Cafe Mama

Suasana parkir kendaraan Acara Kopdar Jackmania, 3 November lalu di halaman Cafe Mama. Mama Cafe and Resto atau lebih dikenal dengan Cafe Mama adalah cafe pertama di Kota Metro. Cafe Mama pernah berjaya di masa-masa cafe belum booming seperti sekarang. Di samping terkenal dengan menu masakan, terutama pindangnya. Cafe Mama dulunya adalah pilihan warga Kota Metro dan sekitarnya untuk hangout dan nongkrong , sebelum meredup dan akhirnya vakum, karena beberapa alasan.

Guru: Digugu dan Ditiru, Masih Adakah?

Judul tulisan ini bukan menyangsikan keberadaan jutaan orang yang berprofesi guru, dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau bahkan Perguruan Tinggi (PT). Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini hanyalah refleksi kecil, ketika kini guru dimaknai sek a dar sebagai pengajar di ruang kelas, menyampaikan pelajaran sesuai silabus dan kurikum, tanpa terbebani untuk selalu menjaga laku dan tuturnya, baik di sekolah maupun di masyarakat, guru yang tutur lakunya menjadi rujukan , digugu dan ditiru.

Membaca Adalah Bekerja Untuk Peradaban

Mimpi saya yang tak pernah pupus adalah memiliki sebuah tempat baca yang bisa diakses semua kalangan, semua usia dan semua kelompok. Nyaman dan bebas, sembari menikmati segelas kopi, orang bebas berdiskusi dan memilih tempat untuk menepi dan menyepi, larut dalam bacaan-bacaan yang asyik. Di sudut lain, sekelompok orang berbagi tentang bagaimana memulai menulis gagasan, menjaga konsistensi semangat dan menyebarkan pengetahuan. Saya selalu membayangkan, dua remaja yang betah berjam-jam berbincang entah tentang apa, akan lebih memiliki alasan untuk lebih berlama-lama, jika mereka mendiskusikan tentang sebuah buku, tentang nilai dan pengetahuan. Saat ada moment indah dan bahagia, keduanya bisa saling menghadiahi buku, daripada sekedar cokelat atau kue. Saya, barangkali bisa menjadi orang sukses berkali-kali, tetapi tetap saja akan menjadi merasa gagal jika tak mampu mewujudkan sebuah tempat seperti yang saya mimpikan, tempat di mana membaca dan menulis menjadi habitus, menjadi trad

Anjing!

Tentu saya tak hendak memaki dengan judul di atas. Tetapi, kemarin saya ke toko buku dan menemukan buku tentang anjing. Jeff Lazarus menulis  Listen Like a Dog  (Elex Media Komputindo, 2017). Pesan khususnya, agar kita “menjadi pendengar yang baik layaknya seekor anjing dan menorehkan tanda di dunia”. Ini termasuk jenis buku  Self Improvement . Yang tak sabar, barangkali langsung angkat bicara, “Apa? Menjadi anjing? Asu? Ogah ah!” Atau “Ih najis!” Tapi, sabar dulu saudara, Lazarus tidak sedang mengajak kita untuk menjadi, seperti kisah dalam cerpen Seno Gumira Ajidarma,  “Wongasu”  alias manusia anjing, malainkan hal-hal yang dapat kita pelajari dari seekor anjing. Fokusnya ialah, seperti disebut di atas, mampukah kita jadi pendengar yang baik. Itu saja. Pelajaran hidup itu bisa kita dapat dari segala penjuru. Termasuk dari hewan-hewan. Bahkan Al Qur’an pun juga berkisah tentang hewan-hewan, dari burung hud-hud Nabi Sulaiman, semut, unta, dan segala rupa. Nabi Nuh

Keadilan Itu Di Puncak, Mendakilah!

F ilm serial The X-File , dalam salah episode bercerita tentang Agen Fox Mulder yang ber khayal didatangani oleh sosok Genie , jin perempuan yang cantik, yang memberinya satu permintaan untuk diwujudkan, kemudian Mulder meminta agar dunia senantiasa aman, damai dan tentram, tanpa perselisihan, intrik politik dan perebutan kekuasaan.

Mendaras Visi Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga

Kota Metro sebagai " Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga " adalah visi pasangan Paijo, ketika kampanye tahun 2015 yang lalu. Lengkapnya, visi itu berbunyi, “ Percepatan Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga melalui Pembangunan Ekonomi Kerakyatan yang Berkualitas, Berkarakter, dan Berwawasan Lingkungan dengan Melibatkan Partisipasi Publik. ”

Bangga Menjadi Warga Metro

Tak ada orang Lampung yang tak kenal Kota Metro sebagai kota yang majemuk, multi etnis dan tradisi, tetapi tetap sejuk, ramah-tanpa konflik, nyaman dan bersahabat untuk dihuni.

Memimpikan Wisata Kuliner, Metro Sumur Bandung Culinary Night

Belakangan ini, Kota Metro dibanjiri berbagai macam kuliner, mulai dari kuliner yang dikelola secara serius dengan membangun usaha seperti cafe, resto, warung kopi dan jajanan yang didesain nyaman untuk tempat nongkrong sampai kuliner sebagai usaha sampingan yang hanya buka menjelang malam hari. Maraknya usaha kuliner ini, terlihat hampir di semua jalan utama yang ada di Kota Metro hingga jalan-jalan “dalam” sudah mulai marak dengan bisnis kuliner , dan rata-rata usaha tersebut dikelola oleh anak-anak muda. Geliat usaha makan-minum ini, semakin terlihat semarak menjelang sore hari, ruang-ruang publik, tempat parkir, pelataran toko yang biasa tutup di sore hari, berubah fungsi menjadi tempat angkringan dan tempat kuliner dadakan, bahkan tanah lapang, khususnya lapangan Samber dan lapangan Kampus, tiba-tiba berubah serupa pasar kuliner dengan temaram lampu warna-warni yang berkedap kedip diiringi musik yang menghentak bak musik dangdut Pantura. Potensi kuliner yang b

Be Different Be Creative, Enjoy Aja!

Sumber : Facebook Neysya Andan Dewi Pernahkah Anda berada dalam suasana yang sangat dilematis, di mana Anda sedang nongkrong bersama dengan teman-teman menikmati malam hingga pagi menjelang, tetapi di tempat Anda nongkrong kebetulan cuaca dingin, banyak nyamuk dan kawan Anda alergi obat nyamuk, baik obat nyamuk bakar maupun obat nyamuk dalam bentuk lotion ?

Apa Kabar Kota Pendidikan?

Jika melihat konsep dan rencana yang tertuang dalam Master Plan Pendidikan  Tahun 2010 dan RPJP Kota Metro Tahun 2005-2025, Maka Kota Metro sebenarnya cukup serius untuk mewujudkan visi sebagai Kota Pendidikan. Dua dokumen penting tersebut, menyebutkan kebijakan pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian yang sangat vital dan fundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan Kota Metro di sektor lain. Pembangunan pendidikan adalah kunci.

Kamarussamad Suara Terbanyak, Inilah 9 Presidium MN KAHMI Periode 2017-2022

Musyawarah Nasional ke-10 KAHMI usai sudah, 9 Presidium Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) pun telah ditetapkan. Penghitungan suara calon Majelis Presidium Nasional KAHMI periode 2017-2022 selesai tepat pukul 01.52 WIB pagi, Minggu (19/11), dan Akbar Tanjung diberi kehormatan untuk membacakan kertas suara terakhir. Pembacaan tersebut sekaligus menutup proses penghitungan suara calon presidium KAHMI.

Kota Metro, Membangun atau Menghancurkan?

Foto kenangan Gedung Wanita. Doc. Pribadi Kota Metro, sesungguhnya telah berkali-kali berubah wajah. Kota yang dulu dikenal sebagai Bedeng ini, perlahan telah memastikan diri sebagai sebuah daerah yang kompetitif dan tak layak lagi disebut udik . Wajah kota telah dirias sedemikian rupa, bongkar pasang alun-alun yang kini dikenal sebagai Taman Merdeka, telah dilakukan berkali- kali, bahkan Masjid Taqwa yang memiliki nilai sejarah, juga harus dibongkar atas nama modernitas, sehingga cukup menyisakan menara yang menjadi pengingat masa lalu. Bukan hanya itu, ruang publik yang dulu disebut sebagai Taman Parkir kini telah berganti beton-beton kokoh yang dilabeli Metro Mega Mall, tak puas dengan membongkar masjid, taman parkir, rezim baru di kota ini kembali bongkar pasang nama Taman Merdeka, merobohkan Gedung Wanita, Gedung Pramuka (bekas Perpustakaan Daerah yang lama), Kantor Lingkungan Hidup, untuk memuluskan hasrat membangun sebuah gedung pertemuan yang megah, Metro Convention C

Munas KAHMI dan Seruan Meneladani Lafran Pane dari Ketua Umum PB HMI

Merespon perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 KAHMI yang kini sedang berlangsung (17-19/11), dan tak berjarak jauh dengan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional atas pendiri HMI, Prof. Drs. H. Lafran Pane, Ketua Umum PB HMI Periode 2015 - 2017, Mulyadi P. Tamsir menyampaikan harapannya yang dikirimkan ke beberapa WAG. Berikut lengkapnya :

Jokowi Resmi Membuka Munas Ke-10 KAHMI di Medan

Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Santika, Medan, Jumat (17/11), ditandai dengan ditabuhnya gordang sambilan, alat musik khas Mandailing, oleh Jokowi beserta Mahfud MD, Zulkifli Hasan, Oesman Sapto Odang, Akbar Tanjung, dan Tengku Erry Nuradi. Tak mau kalah dengan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Jokowi juga menunjukkan kebolehannya berpantun.

Merawat Tradisi Leluhur, Masuk Angin Dikerok Saja!

Bukan anti pengetahuan dan ilmu kedokteran modern. Namun, apa yang saya alami sendiri, ketika masuk angin, badan pegal atau gejala flu dan demam ringan, cukup kerokan, minum air putih hangat, setelahnya tidur, bangun-bangun badan sudah terasa segar lagi. Kejadian itu terjadi berulang-ulang, sehinga meyakinkan saya bahwa untuk urusan sakit seperti di atas tak perlu harus ke dokter atau minum obat, cukup kerokan!

Menjejak 7 Tahun Kenangan Bersama Kompasiana

Pertama kali menulis di Kompasiana, 14 Juni 2010. Waktu itu Kompasiana tak seramai sekarang, dan mungkin satu-satunya media warga. Media warga dalam pengertian di mana setiap warga yang terdaftar bebas menulis apa saja, soal peristiwa yang terjadi di sekitarnya, perjalanan, kegiatan atau apapun termasuk pendapat pribadi (opini), selama tidak melanggar tata tertib yang ada di Kompasiana.

Setya Novanto dan Kita

Culas. Barangkali kata itu pun kurang pas untuk bisa menggambarkan kekesalan kita terhadap Setya Novanto. Betapa tidak, dalam sejarah menjadikan tersangka pelaku tindak pidana korupsi, KPK tak pernah dibuat seheboh kasus Papa Setnov ini.

5 Himbauan Para Guru Besar Alumni HMI Untuk Munas KAHMI di Medan

Menjelang Munas KAHMI ke-10 di Medan, yang akan digelar tanggal 17 hingga 19 November, para Guru Besar Alumni HMI menyampaikan harapannya untuk para calon Presdium Majelis Nasional KAHMI dan para peserta Munas.

Mengapa Penguasa Harus Dikritik?

Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely,  demikian Lord Acton menegaskan salah satu diktum-nya yang hingga kini populer, bukan hanya di kalangan elit tetapi juga akrab di kalangan kaum alit, di bincang di kantor-kantor para pejabatnya korup hingga warung kopi yang seringkali tak dianggap.

Membaca, Menulis dan Mengikuti Lomba Blog

Belakangan ini, saya sedang keranjingan mengikuti kompetisi blog. Entahlah, barangkali karena memang saya tak memiliki pekerjaan lain, selain menghabiskan waktu nongkrong depan laptop, menulis. Dan, jika lelah, maka saya akan menggeser kursi sedikit menghadap rak-rak buku sebelah meja tempat biasa saya menulis, kemudian membiarkan diri larut bersama buku-buku novel ringan yang sebenarnya beberapa di antaranya telah dibaca.

Jendela360, Solusi Sewa Apartemen Nyaman, Mudah dan Cepat

Apabila Anda hendak tinggal di Jakarta lebih dari sebulan, barangkali hotel bukanlah pilihan yang tepat. Setidaknya, itulah yang saya rasakan sepanjang tahun 2010 hingga 2014 harus tinggal di DKI Jakarta lebih dari sebulan, karena urusan pekerjaan. Setumpuk kertas, printer dan beberapa laptop ditambah dengan sejumlah pakaian, menyesaki kamar hotel yang tak seberapa luas.

Cerpen : Tembang Kehidupan Karya Ady Harboy

Manusia yang hidup di dunia ini, menurut Mbah Klontong adalah akal. Sebab kalau tak mempunyai akal, tentu namanya bukan manusia. Mungkin jadi namanya Obrok-Obrok atau Ojlok-Ojlok atau Kcak Kcrik atau apalah namanya.

Kota Metro, Menuju Kota Cerdas yang Humanis

Tahun 1936, Kota Metro ketika pertama kali dibuka merupakan pemukiman kolonisasi yang didatangkan pemerintahan Hindia Belanda dari daerah Jawa, sehingga dikenal sebagai desa kolonis. Bahkan, hinga sekarang jejak-jejak sebagai desa kolonisasi masih terasa, salah satu faktanya adalah untuk menyebut beberapa tempat, seperti Iring Mulyo, warga lebih akrab dengan sebutan 15A, Yosodadi, Yosorejo dan Yosomulyo lebih familiar disebut 21, Mulyojati disebut 16C, Karangrejo disebut 23, Banjarsari disebut 29, dan seterusnya.

Jelang Munas X KAHMI : Hari Ini Simposium Para Guru Besar dan Doktor KAHMI Digelar

Majelis Nasional KAHMI, hari ini hingga besok (14-15) menggelar simposium nasional profesor dan guru besar, dengan tajuk 'Membangun negeri memihaki bangsa sendiri'. Acara tersebut dilangsungkan di Gedung Nusantara V MPR RI.

Kopi Kapal Api, Pelajaran Tentang Bagaimana Memulai dan Menilai

Seorang sufi bernama Abdul Qadir Al Jaziri pernah menulis sebuah kitab berjudul Umdat al Safwa yang menjelaskan bagaimana kopi mencapai daratan Mesir pada abad ke-16, yang dibawa oleh para siswa dari Yaman, bahkan seabad sebelumnya, yakni pada abad ke-15 tepatnya pada tahun 1475 kopi telah ada di daratan Turki, termasuk adanya warung kopi yang masyhur, Kiva Han.

Menatap Kembali Wajah Asia

Kembali kita membaca Gideon Rachman, Easternisation: War and Peace in the Asian Century (2017). Ini lanjutan kolom minggu lalu (baca: Apa Asia Sedang Bangkit? ), yang berhenti pada tesis Rachman soal berakhirnya dominasi Barat terhadap bangsa-bangsa Asia. Bagi orang Barat dan Timur, Asia, buku ini mengajak mereka untuk sejenak menatap wajah Asia dalam perkembangan geopolitiknya, dulu, kini, dan kemungkinannya ke depan. Dalam bukunya itu, dia melihat betapa Barat tradisional yang secara konsep politik selalu dikaitkan dengan dua pilar utamanya, yakni AS dan Eropa, tengah bermasalah. Masalah krusialnya antara lain muncul pada jargon dan kebijakan Donald Trump yang mengutamakan Amerika ketimbang yang lain ( American First ) bisa menimbulkan masalah dengan sekutu Eropanya (hal. xviii). Dikatakan, memang efek politik kebangkitan Asia itu lambat, mengingat kesinambungan aliansi Barat. Namun, Barat sendiri kini tengah “jatuh pada kekacauan” ( falls into disarray ), di mana dalam ko

Tulisan Di Sudut Taman Itu Belum Rampung

"Sepandai-pandai tupai melompat, tak akan pernah menjadi guru olahraga!" Begitu kata pepatah yang telah mengalami bongkar pasang, ku baca di postingan instagram kawan.