Skip to main content

Jelang Munas KAHMI : Beberapa Harapan Alumni HMI untuk Calon Presidium MN KAHMI Periode 2017-2022


Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-10 akan digelar di Medan, Sumatera Utara pada 17 - 19 November 2017 mendatang. Munas KAHMI tersebut akan dihadiri oleh Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD) KAHMI seluruh Indonesia.

Selain membahas agenda-agenda kebangsaan, isu-isu strategis, rekomendasi untuk pemerintah dan program kerja KAHMI Nasional, Munas  KAHMI ke-10 tersebut, juga akan memilih 9 Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI yang akan bertanggungjawab atas keberlangsungan kinerja  KAHMI 5 tahun ke depan.

Untuk itu, tak heran jika ada banyak alumni HMI yang menitipkan harapannya terhadap Munas KAHMI, agar tak salah menentukan pilihan. Beragam harapan untuk kebaikan KAHMI tersebut terlontar dari alumni-alumni HMI baik yang berkesempatan hadir di acara Munas KAHMI maupun yang tidak bisa hadir, seperti mantan Wakil Sekretaris PB HMI Sugiat Santoso menyatakan bahwa pemilihan 9 Presidium MN KAHMI tersebut harus terhindar dari segala sesuatu yang berbau pelanggaran hukum, khususnya korupsi.

Pasalnya, calon Presidium MN KAHMI tersebut diisi oleh banyak tokoh nasional yang bergelut di bidang politik, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

"Munas KAHMI nanti harus benar-benar terhindar dari segala sesuatu yang berbau pelannggaran hukum. Presidium yang terpilih nantinya harus bersih dari korupsi, setiap peserta yang namanya pernah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dugaan tindak pidana korupsi, apalagi pernah diperiksa KPK, harus digugurkan. Sebab alumni HMI, apalagi lembaga resminya harus benar-benar bersih dari tindak pidana korupsi," jelasnya.

Berbede dengan Sugiat, Hasanuddin mantan Ketua Umum PB HMI periode 2003 - 2005 malah dengan tegas ketidaksetujuannya untuk mendukung calon Presidium KAHMI dari petinggi partai politik.

"Saya tidak ikutan jadi timses calon Presidium di Munas KAHMI. Jika boleh menitip harapan untuk posisi Ketua Umum Presidium KAHMI jangan dipilih dari kalangan Politisi yang sedang aktif mengurus Parpol. Semoga Allah SWT melipatgandakan taufiq, hidayah maupun inayah-Nya kepada seluruh keluarga besar HMI di manapun berada." Tulis Acang, sapaan akrab Hasanuddin dalam sebuah grup WA alumni HMI.

Lain Acang lain Sugiat, lain pula harapan Faisal Andri Mahrawa, Alumni HMI yang juga adlah akademisi dan peneliti di FISIP USU, yang menginginkan agar 9 presidium KAHMI terpilih nanti ada yang mau mengembangkan bidang kewirausahaan.

"Kadang berpikir juga agar adik adik HMI itu bisa mandiri setelah selesai kepengurusan. Kalau KAHMI ke depan bisa menginspirasi mereka dengan kewirausahaan, sepertinya lebih banyak manfaatnya. Senang rasanya kalau Alumni bisa mengajak adik adiknya berwirausaha. Jangan terus-terusan diajak-ajak jadi Tim sukses," jelasnya sebagaimana dikutip dari Rakyat Merdeka Online.

Sedangkan Arif Rosyid, alumni muda HMI yang pernah menjadi Ketua Umum PB HMI menyampaikan harapannya dalam sebuah tulisan "Masih Adakah Masa Depan HMI?" bahwa sudah seharusnya KAHMI menjadi organisasi mapan dan mandiri, menjadi orang tua bagi kader-kader hijau hitam.

"Masih ada KAHMI yang malah menempatkan HMI sebagai pesaingnya dalam berkiprah di masyarakat. Beberapa senior bahkan mengeluhkan bagaimana korps ini layaknya HMI, membawa proposal kiri-kanan sembari menjual kegiatan-kegiatan. Sayangnya, proposal itu bersanding dengan proposal dinda-dinda di HMI. Padahal, sudah seharusnya KAHMI menjadi organisasi yang mapan dan mandiri." papar Arif dalam tulisan tersebut.*

Diolah dari berbargai sumber

Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum