Skip to main content

Besok, Lafran Pane Dikukuhkan Menjadi Pahlawan Nasional


Pengukuhan gelar pahlawan nasional untuk Prof. Drs. H, Lafran Pane akan dilaksanakan Kamis, 9 November 2017. Lafran Pane merupakan adik kandung dari Sanusi Pane dan Armijn Pane, dua sastrawan, sejarawan dan sekaligus pejuang hebat dan ternama dari Tananuli Selatan, Sumatera Utara.

Lafran Pane, yang lahir di Sipirok, pada 5 Februari 1922 adalah pemrakarsa berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di sebuah ruang kelas Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kini bernama Universitas Islam Indonesia (UII) tepat setelah 18 bulan kemerdekaan Indonesia, yakni 5 Februari 1947. Tujuan pendirian HMI tersebut adalah dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan menyebarkan syi'ar Islam.

Untuk membaca biografi, sejarah singkat ayahanda Lafran Pane dan seputar kelahiran HMI serta suasana kebangsaan masa itu, silahkan baca lebih lengkap tulisan Hariqo Wibawa Satria dan Asmin Nasution dalam artikel yang bisa didownload DI SINI


Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.