Skip to main content

Menjejak 7 Tahun Kenangan Bersama Kompasiana


Pertama kali menulis di Kompasiana, 14 Juni 2010. Waktu itu Kompasiana tak seramai sekarang, dan mungkin satu-satunya media warga. Media warga dalam pengertian di mana setiap warga yang terdaftar bebas menulis apa saja, soal peristiwa yang terjadi di sekitarnya, perjalanan, kegiatan atau apapun termasuk pendapat pribadi (opini), selama tidak melanggar tata tertib yang ada di Kompasiana.

Baca Selengkapnya ... 


Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Sejarah Santa Maria dan Lahirnya RSUD Amad Yani

Sore itu, b eberapa orang laki-laki terlihat sedang duduk santai di halaman, tepatnya di area parkir Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)atau lebih dikenal dengan Rumah Bersalin (RB) Santa Maria. Halaman yang terlihat sangat rapi dan bersih itu, menjadi alasan saya untuk menolak ajakan Paulus Triadi Santoso yang akrab disapa Mbah Riri ( 70 ), seorang Satpam yang telah mengabdi 3 6 tahun di Rumah Sakit tersebut, untuk berbincang di dalam ruangan.