Skip to main content

Munas KAHMI dan Seruan Meneladani Lafran Pane dari Ketua Umum PB HMI


Merespon perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 KAHMI yang kini sedang berlangsung (17-19/11), dan tak berjarak jauh dengan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional atas pendiri HMI, Prof. Drs. H. Lafran Pane, Ketua Umum PB HMI Periode 2015 - 2017, Mulyadi P. Tamsir menyampaikan harapannya yang dikirimkan ke beberapa WAG. Berikut lengkapnya :



Assalamu 'alaikum wr. wb.

Musyawarah Nasional Korps Alumni HMI (Munas KAHMI) ke-10 yang digelar di Medan Sumatra Utara, dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah dan berbagai profesi, menunjukkan kebesaran organisasi KAHMI.

Munas KAHMI X menjadi istimewa karena seluruh Keluarga Besar HMI bersyukur atas penetapan Alm. Prof. Drs. Lafran Pane (Pendiri HMI) sebagai Pahlawan Nasional.

Kebesaran organisasi KAHMI, yang ditunjukkan dengan banyaknya anggota KAHMI yang mengabdi di berbagai lini pengabdian serta berkontribusi dalam pembangunan kebangsaan dan keummatan tidak dapat dilepaskan dari fungsi HMI sebagai organisasi perkaderan dan peran HMI sebagai organisasi perjuangan. Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa kebesaran KAHMI adalah keberhasilan HMI dalam melakukan proses perkaderan.

Dalam agenda Munas KAHMI X juga akan dilakukan pemilihan pengurus KAHMI yang baru dengan memilih Presidium Majelis Nasional KAHMI. Kita berharap pemilihan dapat dilakukan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan tidak saling mengkerdilkan sehingga  Presidium Majelis Nasional KAHMI kedepan dapat merepresentasikan Alumni HMI dari berbagai profesi dan dari berbagai wilayah.

Kita semua juga berharap, Presidium terpilih adalah alumni HMI yang jelas jenjang perkaderannya baik secara struktural maupun jenjang training formal selama ber-HMI sehingga memiliki komitmen yang kuat dalam membangun dan membesarkan HMI sebagai rumah perkaderan, memiliki integritas yang kuat serta menjaga Nilai-nilai yang ditanamkan selama ber-HMI sehingga kehadiran KAHMI dapat bersama-sama HMI dalam memikul amanah perkaderan bukan justru menjadi beban yang memberatkan bagi HMI.

Kita sangat mengharapkan pelaksanaan Munas KAHMI X dapat menjadi teladan bagi kader HMI yang sebentar lagi akan melaksanakan Kongres HMI XXX.

Dalam kesempatan ini, mari kita semua dapat meneladani semangat perjuangan dan keikhlasan kanda Alm. Prof. Lafran Pane.

Sudah seharusnya rasa syukur kita atas penetapan kanda Alm. Prof. Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional dilakukan dengan menjadikan beliau sebagai teladan baik dalam kehidupan pribadi maupun organisasi.

Mulyadi P. Tamsir
Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017

Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum