Skip to main content

Phyla Project Launching Album Bekas Tapak

Grup musik Indonesia beraliran pop-folk asal Kota Metro, Lampung, Phyla Project, akan merilis mini album perdana mereka yang bertajuk "Mencumbu Rayu Hujan" pada tanggal 16 Desember 2017 besok, launching tersebut sekaligus ikhtiar Phyla Project meninggalkan "Bekas Tapak" di tahun 2017 dan menyongsong tahun 2018 dengan lebih optimis. Band yang beranggotakan Tiara (vokal), Ferdy Andes (Drumer), dan Miftahul Huda (gitar) ini akan menyuguhkan enam lagu pop-folk yang bisa didengarkan para penggemarnya dalam format cakram padat ataupun layanan musik digital.

Menurut penuturan personilnya, pemilihan nama Phyla Project sebagai nama band mereka didasari dari filosofi kehidupan semut yang nama latinnya (oecophylla) yang suka bergotong-royong, kompak dan selalu solid dalam berkarya.

"Semut itu adalah binatang yang setiap kali bertemu berjabat tangan. Phyla juga ingin saat bertemu dengan teman-teman lain selalu bisa berjabat tangan, menjaga silaturahim, menjaga sikap dan attitude. Karena setinggi apapun ilmu, tapi tak bisa menjaga sikap dan  attitude, yah percuma juga," jelas Huda.

Sedangkan pemilihan judul album "Mencumbu Rayu Hujan" lebih pada keinginan untuk menceritakan tentang keindahan suasana hujan, turun menjelang malam, mencipta kesejukan dan melahirkan energi yang seolah menggerakkan tubuh untuk menyambut sentuhan lembut angin senja. Pesan yang ingin diteriakkan oleh Phyla Project pada album "Mencumbu Rayu Hujan" ini adalah tentang berkah dan rasa nikmat mendapat sentuhan hujan. Selain Mencumbu Rayu Hujan, ada 5 lagu lain yang juga akan dirilis, Pain, Malas Hujan, Bekas Tapak dan satu lagu milik band lain yang diaransemen ulang versi Phyla Project.

Melalui perilisan mini album ini, para personel dari Phyla Project menaruh harapan besar agar band yang mereka bentuk dapat diterima oleh masyarakat. “Harapannya, kami bisa memberikan warna baru di dunia musik Kota Metro sekaligus sekaligus sebagai sarana kami untuk berkomunikasi sesama musisi”, ujar Ferdy sebagaimana dikutip dari radarmetro.com

Selain Phyla Project, launching mini album tersebut juga akan menghadirkan band pembuka seperti Lampu Tidur, Masyarakat Hujan dan Al Fattah Band.

So, sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan kita terhadap band dan talent-talent sudah sewajarnya kita hadir di event-event mereka. Beli tiketnya hanya dengan 10 ribu atau 15 ribu rupiah ketika beli langsung saat acara di lokasi. Ingat, Sabtu, 16 Desember 2017, Pukul 16.00 - 22.00 di Cafe Mama, Jl. Pala No. 88/15A Iring Mulyo Kampung Banten.


Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.