Skip to main content

Mahasiswi IAIN Metro Ini, Kembangkan Bakat Akting Bersama CamPro Lampung


Rumah Produksi Campro Lampung sempat mendapat terpaan kabar miring, mulai soal tudingan tidak profesional hingga dianggap sebagai alat untuk membodoh-bodohi. Meski bergitu CamPro (CamProductions) Lampung tetap tidak peduli dan terus berusaha merintis usahanya untuk mengangkat talent-talent local, salah satu peserta dan talent local yang berjuang bersama Campro Lampung, meski mendapat kabar tak sedap tersebut adalah Shofyana.

Menurut pengakuan Shofyana Lathifah, perempuan berkacamata yang lahir di Kota Metro, 11 Juni 1996 ini, menuturkan bahwa saat itu (akhir tahun 2017) dirinya mendapat kabar bahwa CamPro Lampung akan mengadakan audisi penjaringan bakat akting untuk generasi muda Lampung yang memiliki talenta dalam dunia perfilman.

Mendengar kabar tersebut, Shofi begitu ia akrab disapa, menyambut baik kabar tersebut, merasa terpanggil dan  antusias untuk mengikuti Audisi CamPro. Maka berangkatlah ia pada hari Minggu (3/2/17) ke Bandarlampung, tempat audisi berlangsung.

Kendati posisi pelaksanaan audisi menempuh jarak puluhan Kilometer dari kediamannya di Desa Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, tidak memudarkan niat dan tekad Shofi untuk mengasah bakat akting di dunia perfilman yang diadakan Crew CamPro Lampung tersebut.

"Alhamdulillah, waktu itu ada yang ngasih info tentang audisi CamPro, ya udah akhirnya aku ikut. Niat banget itu ikut audisi, sudah seperti melekat dihati," ," jelas cewek berhijab itu.

Saat Shofi hendak berangkat beberapa orang berusaha mempengaruhinya dan bilang, "Halah.. buat apa juga ikut kaya begituan. Mau amat dibodohin," kenangnya menirukan omongan orang yang berusaha mempengaruhinya tersebut.

Meski banyak orang yang tidak percaya dengan apa yang ia lakukan, dia mengaku optimis akan tetap terus berkarya bersama CamPro selama tidak menyalahi aturan.

"Meskipun banyak orang yang tidak suka? Bagi saya no problem, karena untuk dapat berada dalam sebuah titik puncak, bukankah sebelumnya kita harus mendakinya terlebih dahulu? Ya, seperti itulah kesuksesan. Untuk dapat menggapainya, kita pasti akan menghadapi banyak rintangan," ulasnya.

Lebih jauh, Shofi yang saat ini masih duduk di bangku kuliah IAIN Metro Lampung, Jurusan Ekonomi Syari'ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) itu berharap, kedepan pihak CamPro bisa lebih berkembang dan banyak menghasilkan karya-karya yang positif, serta mendidik generasi muda Provinsi Lampung khususnya, sampai ke tingkat nasional pada.

"Ya, harapan saya Crew CamPro bisa lebih banyak berkarya dan mencetak talent-talent baru yang berbakat, yang tidak kalah semangat dari para seniornya." Pungkas Shofi sembar bercanda Shofi. (*)


Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum