Skip to main content

Metro Bergeliat dan Phyla Project Hadiri Eksklusif Talk Show


Dalam rangka meningkatkan kreatifitas anak muda Lampung dan mengulas berbagai karya yang telah mereka hasilkan, pada Minggu, (14/1/2018) CamProductions (CamPro) menaja acara bertajuk Eksklusif Talk Show dengan mengusung tema "Berkembangkah Kreativitas Muda-Mudi Lampung?" bertempat di  di Studio Photo Mahakky, Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara, No. 3839, Metro Barat Provinsi Lampung.

Hadir sebagai pemantik diskusi dalam acara talk show tersebut, Ahmad Gufron, Pegiat Media Sosial sekaligus admin Metro Bergeliat, Tiara (vokal), Ferdy (Drum), dan Huda (Gitar) dari Phyla Project, band idola anak muda Kota Metro, serta Septia Ayu Wulandari sebagai pembawa acara.

Phyla Project yang baru saja melaunching mini album "Bekas Tapak" akhir tahun 2017 yang lalu, dalam acara tersebut berbagi pengalaman bagaimana  mereka melampui tantangan hingga bisa menghasilkan karya, berupa mini album. Menurut Huda, salah satu personil Phyla Project menciptakan sebuah lagu itu gampang-gampang sulit, apalagi jenis musik mereka yang bergenre folk, penggabungan antara pop dan etnic.

“Tidaklah gampang menciptakan sebuah karya yang dapat diterima masyarakat, apalagi yang bisa masuk ke semua kalangan,” ucap Huda yang dibenarkan juga oleh Ferdy.

Selain terus menerus memelihata semangat dan konsistensi untuk berkarya, mereka juga mengakui pengaruh dukungan komunitas dalam kesuksesan mereka, terutama dari sisi promo dan publikasinya.

“Sebelum dan sesudah ikut dalam komunitas, jelas bagi kami jauh berbeda. Dalam komunitas lebih cepat dikenal masyarakat, karena publikasi dari teman komunitas ada dimana-mana,” terang Tiara.

Rencananya Phyla Project juga akan bekerjasama untuk mengisi sound track lagu dalam pembuatan film yang Generasi Ke-7 karya dari rumah produksi CamPro Lampung pada awal Tahun 2018 ini.

Generasi Ke-7 adalah film garapan pertama Campro, memotret tentang kehidupan anak-anak muda di desa yang berjuang membangun desanya, dan film ini sengaja didedikasikan untuk anak-anak muda Lampung, dibuat secara swadaya untuk mengangkat bakat dan potensi talent-talent local.

Ahmad Gufon, sebagai pegiat media sosial dan admin Metro Bergeliat, mengaku kaget dan tak percaya begitu mengetahui Generasi Ke-7 dibuat dengan modal nekad dan swadaya. Menurutnya, CamPro merupakan perkumpulan anak-anak muda gila, yang nekad dan berani berkarya dengan inisiatif dan management sendiri.

“CamPro keren, karena membentuk managementnya sendiri, tanpa bergantung pada nilai finansial untuk berkarya, tentu saja isi orang-orang di CamPro ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, memperhatikan perkembangan CamPro di media sosial yang telah melakukan audisi beberapa kali, tentulah patut mendapat apresiasi besar dan harus disupport. Terlebih karena CamPro mau mengangkat beberapa talent asli Lampung.

“Jika semua berangkat dari hati dan bersama bersinergi, saya yakin, kedepan Lampung tidak akan dipandang sebelah mata lagi terkait karyanya. Dengan impian yang sama, mari kita perkenalkan karya anak Lampung secara nasional,” tukas Ahmad Gufron. (rilis/r725u)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum