Skip to main content

Penampilan Phyla Project Buat Tim CamProduction Terhipnotis


LAMPUNGKITA - Sore itu, tak hanya hadir sebagai undangan dalam acara Ekslusif Talk Show bertema "Berkembanglah Kreatifitas Muda-Mudi Lampung" di Studio Photo Mahakku, Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kota Metro, Lampung, Phyla Project pun berkesempatan untuk kebolehan, hasilnya presenter Septia Ayu Wulandari dan tim CamPro (CamProductions)tampak terbawa suasana saat mendengar petikan senar gitar Huda dan suara emas yang Tiara.

Tiga personil Phyla yang terdiri dari Tiara (vocalis), Ferdi (drumer) dan Huda (Gitaris), hadir sebagai bintang tamu pada acara Talk Show tersebut, didampingi oleh Ahmad Gufron, pegiat media sosial dan admin Metro Bergeliat.

Kesempatan tersebut terjadi di sesi akhir, ketika Septia Ayu kembali menodong Phyla Project untuk menyanyikan satu lagu berjudul 'Bekas Tapak'. Phyla Prooject pun akhirnya mempersembahkan lirik "... sebelum dibutakan, sebelum ditulikan, bangunlah dan bawa anganmu membuka cakrawala baru ..."

Penggalan lirik dari "Bekas Tapat" tersebut akhirnya mampu membangkitkan semangat dan menghipnotis para pendengarnya, termasuk Septia Ayu dan tim CamPro yang hadir.

Sebelumnya, di bagian sesi pertama, Ayu pembawa acara yang mewakili pihak CamPro, sempat membombardir Phyla Project dengan beragam pertanyaan terkait perjalanan karir mereka dan jurus andalannya.

Merasa terus dibidik dengan lontaran kata-kata Ayu, Tiara yang telah melewati batas garis perjuangan bersama Phyla, langsung memberikan sedikit bocoran perjalanan karir Phyla dari nol sampai menjadi salah satu Group Band Metro yang mewarnai panggung hiburan dan blantika musik di Provinsi Lampung.

"Phyla Project merupakan gabungan tiga orang yang memiliki karakter berbeda, namun mempunyai hobi yang sama. Dengan persamaan itu, maka terbentuklah personil Phyla yang selalu ingin berkarya dan bernyanyi dari panggung ke panggung. saja," jelas Tiara.

Menurut Tiara lebih lanjut, Phyla merasa mendapat energi baru sejak  disupport Metro Bergeliat. Metro Bergeliat terus menerus mempublish semua karya-karya Phyla Project, melalui instagram dan youtube, sehingga hasil kerja keras Phyla dalam berkarya dapat lebih dikenal dan dinikmati oleh khalayak ramai.

"Kami senang tergabung di Metro Bergeliat, karena bisa lebih banyak kenal dengan orang-orang baik yang selalu mensupport dan mendukung kami," terangnya.

Sementara itu, Ahmad Gufron yang akrab disebut Mas Empong itu membeberkan, bahwa alasan terbentuknya Metro Bergeliat karena hendak memberikan support terhadap talent-talent local yang berbakat, hebat, kreatif, berani berkarya dan berekspresi mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka,  salah satunya adalah Phyla.

"Saya melihat begitu luar biasa atmosfir bakat yang muncul dari talent-talent generasi muda di Kota Metro ini, mulai dari musisi, theater, seni lukis dan masih banyak lagi hal positif yang bisa dikembangkan. Tapi sampai saat ini, belum ada satupun pihak yang mau memberi ruang untuk menjadi wadah mereka berkarya. So, kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau tidak sekarang kapan lagi," sindir Ahmad Gufron

Ahmad Gufron juga menambahkan, terkait keberadaan CamPro yang mau merangkul talent lokal berbakat di bidang akting dan perfilman, Ia sangat setuju jika soundtrack film 'Generasi Ke-7' nanti memakai salah satu lagu karya Phyla Project, Band asal Kota Metro tersebut.

"Dengan kolaborasi CamPro dan Phyla, kita berharap kedepan karya anak Lampung bisa lebih maju, berkembang dan tidak dipandang sebelah mata. Karena, dengan adanya generasi muda bertalenta, saya yakin kita mampu mengangkat nama baik Provinsi Lampung mulai dari destinasi wisata, suku, adat dan budaya," terang Empong. (rilis)

Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum