Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2018

Pelakor

Di suatu sore, dalam perjalanan ke Bandarlampung saya bersama adik-adik saya sempat berdiskusi muasal istilah pelakor. Saya juga sempat bertanya, apakah mereka sebagai perempuan tidak 'merasa' bahwa istilah itu sebenarnya sangat tidak adil bagi perempuan, diskriminatif.

Membaca Alam

"Sesungguhnya di balik penciptaan langit dan bumi, pergeseran siang dan malam ada tanda-tanda bagi mereka yang memiliki akal dan hati ( ulul albab ). Sesungguhnya tiada satupun peristiwa yang terjadi, nihil makna." Begitulah Tuhan memberi isyarat kepada manusia yang mau berpikir.

Menikmati Menu 4 Sehat 5 Puisi Studio Djajan Metro

Tak terlalu sulit menemukan lokasi Studio Djajan Metro (SDM), berada di Jl. Satelit, tepat di jalan belakang PB Swayalan Kota Metro, cafe yang dulunya pernah buka di Jl. Ahmad Yani, Simpang Kampus, Kota Metro ini, meneruskan mimpinya yang sempat buyar karena berpindah tempat, menjadikan tempat nongkrong sekaligus tempat baca dan kegiatan budaya. Selain menyediakan menu ringan, SDM juga menyediakan Studio Pustaka, tempat yang dirancang khusus untuk menyimpan buku-buku bacaan, dan sebuah garasi yang disulap sebagai ruang diskusi.

Membangun Imajinasi Kolektif

Setiap orang yang beragama, berusaha mendekati dan bertemu Tuhannya, namun jalan yang ditempuh berbeda-beda. Tujuannya sama, keselamatan, keyakinannya pun sama, jalan yang ditempuh adalah jalan keselamatan. Tak satupun dari orang yang beragama, menyegaja memilih jalan kesesatan untuk berjuma Tuhannya.

Menanti Gebrakan Ketua Umum Baru Kohati PB HMI

Sebelumnya saya tak pernah secara khusus menulis tentang Korp HMI-Wati (Kohati), sebuah lembaga/badan otonom Himpunan Mahasiswa Islam, yang berada dari tingkat Pengurus Besar (PB) hingga Komisariat. Lembaga yang menurut saya, selama ini seperti 'penjinakan' dan legalisasi subordinat HMI-Wati, agar tak terlalu tak terlalu libat dalam struktur kepengurusan PB HMI, Cabang hingga komisariat.

Mengintip Tempat Baru PKL RSU. Ahmad Yani

Setelah sekian tahun bertahan dari ancaman tergusur, bertaruh dan menjalani hidup yang keras dengan berjualan di atas trotoar, demi membiayai kehidupan keluarga dan asa masa depan, hari ini (Rabu, 21/2/2018) para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Rumah Sakit Umum (RSU) Ahmad Yani tepatnya di sepanjang Jl. Seminung Yosorejo Kota Metro, mulai bisa menikmati tempat berjualan yang membebaskan mereka dari rasa was-was.

Kota Metro Ramah dan Nyaman

Di penghujung malam, seusai menonton 16 besar Liga Champion, menonton betapa repotnya para punggawa Barcelona menembus barisan pertahanan Chelsea, sehingga mereka dengan sangat terpaksa harus puas dengan hasil seri 1-1, saya terus memikirkan pernyataan seorang kawan yang selalu menginspirasi, bahwa ia terus terang nyaman tinggal di Kota Metro, tenang, asri, warganya ramah adalah beberapa alasannya.

Kotaku Banjir?

Sekira pukul 16.15 mendung tebal menyelimuti langit Metro. Aku bergegas menjemput anak ke sekolah. Dalam perjalanan, hujan deras turun tak bisa dicegah, aku pun basah kuyup, ku belokkan sepeda motor hingga jalan AH Nasution, ingin ku pastikan apakah titik-titik langganan genangan air ketika musim hujan itu, tetap setia menjadi titik limpah air yang tak tertampung drainase yang semakin tergerus?

Dicari, Iman yang Hilang

Pada sebuah kesempatan, seorang kawan mengajukan pertanyaan, apakah Tuhan itu statis atau personal?   Di saat yang sama, di hadapan saya tergeletak sebuah buku yang juga penuh pertanyaan. Mampukah agama hidup tanpa kebebasan, imajinasi, fantasi, inovasi dan kreativitas sama sekali?

Pencitraan

Setiap orang memiliki kegandrungan dan kecenderungan terhadap kebajikan universal. Kebajikan universal adalah kebajikan yang diakui secara umum, seperti kejujuran dan keadilan. Sebagai kecenderungan manusia umumnya, maka tak seorangpun yang mau dituding tak jujur (pembohong) dan tak adil (lalim). Semua orang ingin diakui sebagai orang baik.

Parle, Parlente, Parlementaria

Saya tak habis pikir, setiap pagi Markonah ngoceh-ngoceh soal rumah tetangganya yang terletak lumayan jauh dari rumahnya. Mulai soal sampah yang menurutnya tak dibuang pada tempatnya, halaman rumah tetangga yang becek, pokoknya dalam pandangan Markonah, rumah si tetangga itu selalu saja ada yang salah dan harus dikomentarin.

"Cis", Begitu Kodenya

Operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lampung Tengah dua hari berturut-turut, Rabu dan Kamis, (14-15/2/2018), bagi saya, sebenarnya bukanlah hal mengagetkan dan tak istimewa-istimewa banget . Model 'uang persetujuan' untuk anggota dewan sudah lama menjadi rahasia publik, nyaris terjadi di hampir setiap moment persetujuan legislatif, di hampir semua kabupaten/kota. Setiap ketuk palu sidang itu selalu ada gemerincing bunyi, cis. Saking  seringnya, hampir-hampir saja setiap ketukan palu dewan itu (andai palunya bisa bicara),  tak lagi berbunyi tok tok tok, tetapi cis, cis, cis , cas  eh sah.

Pilihlah Daku, Kau Ku 'Kibulin'

Pesta sebentar lagi dimul ai secara terbuka . Kesibukan para calon kepala daerah dan tim suksesnya yang rajin menyambangi rakyat hingga rela blusukan ke tempat-tempat kumuh, dari siang, malam hingga pagi hari, sebentar lagi menjadi pemandangan yang akrab dengan hari-hari kita.

Demokrasi Kita : Cerita Rindu Nan Semu

Kita pernah bertemu dalam pesan-pesan rindu yang terkirim secara berkala, terukir lewat baris-baris kata, aku hanya bisa berfantasi membayangkan tentang kebersamaan, kau juga bercerita tentang mimpi masa depan yang penuh kebahagiaan. Kita tak pernah terpikir bagaimana cara bertemu, padahal engkau jauh di ujung Timur, sedangkan aku berada di sebelah Barat. Engkau pernah menulis soal rindu di ujung senja, senja yang menurutmu sama dengan senja yang ku nikmati, kala itu aku mengiyakan, sebelum akhirnya paham bahwa senja kita berbeda, kala engkau bilang senja, sesungguhnya di tempatku masih sangat terik, dan kala senja di tempatku, di tempatmu telah gulita. Ketika kita dijejali oleh kesumat rindu, surat-surat indah penuh cinta yang pernah kita tulis itu menjadi mantra. Kita sebenarnya memang tak pernah mengimani pertemuan, kita terlalu asyik dengan cerita indah yang kita tulis dalam surat selama bertahun-tahun. Hingga,, suatu ketika, kala kita sudah tak mungkin bertemu, bar

"Ngangkring": Dari Curhat Tukang Parkir Hingga Curhat Arafah

Minggu (11/2/2018) matahari bersinar cukup terik. Puluhan orang terlihat berjejer tak beraturan di halaman Wisma Haji Al Khairiyah Kota Metro. Ada yang duduk-duduk, ada yang berdiri, ada pula yang mondar-mandir seperti orang bingung mencari kawannya yang hilang.

Monolog Topeng, Sebuah Pertunjukan Pemberontakan Waska

Malam itu, (Sabtu, 10/2/2018) suasana separuh halaman belakang Cafe Mama ditutup dengan kain hitam, disulap menjadi ruang yang sekelilingnya tertutup meski atasnya tetap dibiarkan terbuka, beratap langit. Sore harinya hujan deras sempat mengguyur Kota Metro, ada rasa was-was hujan tak berhenti. Andika Gundoel Septian, sang aktor sekaligus sutradara pertunjukan Monolog Topeng karya Rahman Sabur yang akan digelar malam itu, terlihat tetap tenang, meski wajahnya tampak khawatir. Beruntung, pukul 17.00 hujan reda dan langit kembali terang, pelan-pelan awan hitam yang menyelimuti langit kota beranjak pergi dan tak kembali hingga pertunjukan usai digelar. Lepas isya', tepat pukul 20.00, pertunjukanpun segera dimulai. Penonton segera memasuki ruang pertunjukan, dua penari perempuan menyambut penonton yang tanpa komando mengambil tempat duduk secara tertib. Semua duduk lesehan tanpa alas. Tak lama usai penampilan dua penari, tiba-tiba suasana pencahayaan panggung dib

Kita Masih Bersaudarakah?

Kebajikan adalah sesuatu yang diinginkan, tetapi jarang diperjuangkan. Nilai-nilai kebajikan adalah nilai-nilai universal. Seperti kejujuran, kesetiaan, keadilan, welas asih, penyayang semua orang mengimaninya sebagai sesuatu yang baik, bajik dan terpuji, semua manusia berhasrat mendakunya, tetapi faktanya tak banyak orang yang secara teguh mendekapnya sebagai sikap dan ucap. Begitulah, realitas selalu menghadirkan ironi yang memilukan. Media sosial kita dipenuhi oleh celoteh pencitraan, bahwa segala 'keakuan' adalah wajah dari kebajikan itu. Namun, sayang kebajikan memang tak cukup di niat, apalagi sekadar hayali, kebajikan niscaya diperjuangkan dan menjadi tujuan. Kebajikan bukanlah gerak hampa yang didasarkan pada klaim. Kebajikan tentu saja tidak bisa didaku oleh mereka yang mengabaikan kohesi dan antisosial, gemar mencemooh dan selalu merasa benar, namun jarang merasa. Untuk itu, meski banyak orang jungkir balik meneriakkan soal kebajikan, teriakannya akan m

Anakku, Tak Lulus Bukan Berarti Gagal!"

Tanggal 7 Februari 2018, sore hingga malam barangkali adalah jam-jam yang paling menegangkan bagi anakku, Muhammad Rafi Rausyan Fikri. Pagi di tanggal 8, sebelum ia berangkat ke sekolah, ia sempat berkomentar bahwa pengumuman kelulusan tes masuk Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah atau Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta belum keluar. "Belum ada, saya cek di laman facebook MBS Jogja." Serunya sembari pamit berangkat. Jam 13.00, tanggal 8 Februari aku mencoba masuk ke alamat website resmi milik MBS Jogja, tetapi gagal, server error, mungkin karena banyaknya pengunjung web .  Aku berusaha menghubungi pihak MBS melalui telpon dan mendapatkan informasi pengumuman kelulusan sudah diposting di web resmi MBS. Aku mulai cemas, alamat web tetap tak bisa diakses, pemberitahuan resmi melalui pesan pendek (SMS) ataupun telpon juga tak kunjung ada. Tepat pukul 15.20, Rafi pulang. Ia memberi tahu alamat laman facebook MBS, dan setelah dicek, dugaanku bena

Teologi Membaca

Ilustrasi “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu   yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantara qalam. Dan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq (96) : 1-5) Dalam riwayat yang sahih tentang asbab al nuzul Surah al ‘Alaq ayat 1-5 di atas, Malaikat Jibril meminta Muhammad SAW untuk membaca hingga tiga kali. Sirah tersebut sebagai penanda bahwa sejak mula kedatangan Islam, membaca telah menjadi fokus dan keharusan, membaca telah menjadi entry point pengetahuan. Membaca sebagai perintah pertama yang diterima Rasulullah SAW seharusnya menjadikan kebiasaan membaca sebagai budaya yang tidak terpisahkan dari seluruh ritual umat Islam. Menjadi ironi, umat Islam yang memiliki kesejarahan yang sangat dekat dengan tradisi literasi tetapi justeru berjarak dengan buku dan pengetahuan. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Islam masi