Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

Agamaisasi Kekerasan: Cermin Retak Agama?

Pada dekade 1990-an, isu identitas dan subyektivitas pernah menjadi tema utama dalam studi kebudayaan di Barat, terutama oleh kalangan regime of the self . Secara konseptual subyektivitas dan identitas mempunyai hubungan yang erat dan bahkan tidak bisa dipisahkan.

Chusnunia, Festival Wisata dan Identitas Daerah

Sejak terpilih dalam Pilkada 2015, Chusnunia Chalim menjadikan pengembangan pariwisata sebagai salah satu fokus perhatiannya. Branding “Gotong Royong Membangun Lampung Timur” menjadi titik kesadaran awal bahwa menata dan mengelola Kabupaten terluas di Provinsi Lampung tersebut membutuhkan kerja bareng-bareng, sinergi antarsektoral, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.

'Nengah-Nyeppur' dan Keterbukaan Orang Lampung

Tak banyak orang yang memahami dan mendalami filosofi hidup orang Lampung, sehingga filosofi hidup sebagai laku nilai dan entitas budaya jarang dikenali dan tersosialisasikan dengan baik. Kebanyakan orang hanya tahu tentang piil , itupun dengan pemaknaan beragam dan cenderung salah tafsir, karena piil sesungguhnya memiliki arti sebagai perilaku baik atau positif.

Toleransi dan Narasi Piil Pesinggiri

Setiap daerah di Nusantara ini, memiliki adat dan tradisi yang menjadi rumusan untuk mengikat keragaman dalam harmoni yang indah, hidup berdampingan secara rukun, gotong royong dan saling menolong. Adat dan tradisi dari ribuan pulau di pelosok negeri yang memuat kebajikan itu adalah local wisdom yang harus dirawat dan dijaga terus menerus sebagai palung peradaban nusantara.