Widget HTML Atas

Puisi - Terka Si Peraba


Puisi - Terka Si Peraba

Terka si peraba

Beribu kata tersirat rupa
Dalam buaian nestapa yang diratapi duka
Walau telah penuh rongga dada oleh debarnya estetika rasa semenjana
Tapi inilah kisah si penerka, tanpa meminta sebuah ijin atau sekedar memberi kabar semata
Lalu menyerobot paksa asa yang tercipta

Sebelum kau mengaku sebagai penerka
Yang dihaturkan oleh perkenalan rasa iba
Sungguhkah dirimu merasa?
Atau hanya menjadi peraba semata
Dalam altar persembahan kisah para pemabuk kata

Kita mengenal kata-kata dan seolah ikut menyelami rupa sembilu peraba makna
Seperti menuggu gelap namun diperbudak terang yang takut akan malam
Sebuah prolog tentang keniscaayaan alam rasa
Yang tercipta oleh kata yang tak seberapa

-14 April 2018-

Karya : Benny


Rahmatul Ummah
Rahmatul Ummah Penikmat jagung dan singkong rebus. Menganggap hobi menulis sebagai pekerjaan. Jika tidak darurat, hanya bisa diajak 'ngobrol' di malam hari. Editor serabutan di beberapa penerbit lokal, Pusaka Media, Sai Wawai Publishing dan Aura Publishing.

No comments for "Puisi - Terka Si Peraba"