Skip to main content

Puisi - Terka Si Peraba


Puisi - Terka Si Peraba

Terka si peraba

Beribu kata tersirat rupa
Dalam buaian nestapa yang diratapi duka
Walau telah penuh rongga dada oleh debarnya estetika rasa semenjana
Tapi inilah kisah si penerka, tanpa meminta sebuah ijin atau sekedar memberi kabar semata
Lalu menyerobot paksa asa yang tercipta

Sebelum kau mengaku sebagai penerka
Yang dihaturkan oleh perkenalan rasa iba
Sungguhkah dirimu merasa?
Atau hanya menjadi peraba semata
Dalam altar persembahan kisah para pemabuk kata

Kita mengenal kata-kata dan seolah ikut menyelami rupa sembilu peraba makna
Seperti menuggu gelap namun diperbudak terang yang takut akan malam
Sebuah prolog tentang keniscaayaan alam rasa
Yang tercipta oleh kata yang tak seberapa

-14 April 2018-

Karya : Benny


Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.