Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2019

Ambisi dan Tumbal

Manusia itu makhluk jumawa sekaligus narsis. Menurut Harari, dengan superior manusia mendaulat dirinya menjadi homo sapiens , makhluk paling bijak. Padahal sebelum berevolusi manusia hanyalah spesies tak berdaya, menjadi makhluk pengintai yang menunggu sisa-sisa makanan yang ditinggalkan spesies lain. Sama seperti monyet dan ubur-ubur, atau spesies binatang lain dalam kerajaan fauna, spesies homo (manusia) pada masa itu hanya tahu dua hal, to survive and procreat (bertahan hidup dan berkembang biak), hingga akhirnya mampu menaklukkan api. Dari situlah awalnya terjadi evolusi nalar. Dengan bantuan api, spesies manusia berhasil menjadi pemburu paling hebat di planet bumi. Jika sebelumnya binatang hasil buruan dimakan mentah, sekarang daging binatang terlebih dahulu dimasak sehingga banyak bakteri dan bibit penyakit yang hilang. Selain itu dengan dibakar atau dipanggang, cita rasa daging itu juga lebih enak, lebih empuk dan lebih lezat. Api juga menjadi titik awal dari

Cinta

Cinta esensinya hanya ada dua, yaitu rahman dan rahim , kasih dan sayang. Cinta tidak mengharap untuk memiliki, cinta tidak mengharap timbal balik, karena ia adalah ketulusan   mengasihi dan ketulusan menyayangi. Ketika ada yang mengatakan kepada " aku cinta kamu ", lalu atas nama cinta ia begitu menginginkanmu,   takut kehilanganmu, selalu   ingin bersamamu,   yakin dan percayalah bahwa itu adalah dusta, karena cinta tidaklah demikian. Cinta hanya mencurahkan kasih sayang yang tulus. Tak menginginkan apa-apa dan tak akan meminta apa pun. Kebahagiaan   yang dicintai adalah puncak kepuasan hati. Orang yang mengaku mencintai seseorang, tetapi ia begitu berhasrat menguasai dan memiliki, maka itu bukan bagian dari pada sinta. Orang yang masih memendam api cemburu terhadap orang yang dicintainya, itu pun bukanlah cinta. Rasa cemburu menjadi noda, karena ia justru mempertegas bahwa sesungguhnya ia tidak mampu menerima kebahagiaan orang yang dicintainya. Cinta adalah

Relegiusitas Palsu

Relegiusitas atau keberagamaan adalah konstruksi sosial, karena sejatinya perilaku beragama tak memamerkan diri. Jika pun, akhirnya ia membentuk identitas sendiri, lebih pada keniscayaan yang susah dihindari. Maka bentukan sosial sikap keberagamaan itu menjadi konstruksi sosial dan budaya, yang akhirnya melahirkan bentuk keberagamaan yang beragam. Relegiusitas berkaitan dengan hal-hal yang empirik atau parktik, realitas beragama yang dilakukan oleh manusia sebagai respon keyakinannya atas yang supranatural dan transendental. Abdol Karim Soroush (2001; 91) menyebut realitas beragama memiliki tige tipe, pertama, tipe religiusitas pragmatis, mengandalkan gerakan fisik dan praktis didasarkan kepada rasionalitas instrumental. Kedua, tipe relegiusitas gnostik, mengedepankan aspek mental dan reflektif didasarkan kepada rasionalitas teoritis. Ketiga, tipe relegiusitas eksprensial yang mencari bukti dan manifestasi berkaitan dengan penyaksian. Sebagai produk manusia, sebagaima

Tumbal Liberalisme

Di ruang publik, kita disuguhi kebenaran yang semakin samar. Simbol-simbol kebajikan dimainkan secara apik, sehingga mengesankan kesalehan. Untuk terkesan baik, orang cukup setiap hari memosting ayat suci dan hadis, ungkapan-ungkapan bijak para filsuf. Memanjangkan jenggot, berpeci dan menggunakan gamis. Tak perlu nyantri bertahun-tahun, belajar bahasa Arab, Nahwu dan Sharaf, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits dan Ushul Fiqih, cukup menghapal beberapa potong ayat dan terjemahannya, sudah bisa ceramah dan khutbah. Sudah menjadi ustadz, meski membaca ayat masih sangat payah, (bahkan) sudah bisa menyesatkan dan mengkafirkan orang lain. *** Kita bisa saja menolak, bahwa kebenaran semu yang dipeluk banyak orang hari ini adalah bagian tak terpisah dari liberalisme. Namun, faktanya liberalismelah yang menanamkan prinsip-prinsip menolak kebenaran universal, mengutamakan nihilisme, narsisme, skeptisisme dan post-modernisme, telah berhasil mem branding realitas dan kebenaran sebagai per

Aku dan Cadarku

Mungkin memang awalnya saya kuliah di IAIN karena keterpaksaan. Saya sudah berusaha untuk masuk di Perguruan Tinggi favorit, baik yang Universitas hingga Sekolah Tinggi. Segala usaha telah dicoba baik bimbel ataupun ikut TO yang diadakan setiap universitas. Orangtua saya juga selalu memberikan motivasi agar tidak putus asa. Singkat cerita saya akhirnya kuliah di IAIN di jurusan KPI.

Jangan Takut Kuliah!

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, suku, serta alamnya. Indonesia sangatlah beragam, tapi tak bisa diseragamkan. Sebab, dengan adanya perbedaan itulah kita menjadi kaya, kaya akan ragamnya. Namun, kita juga harus paham, untuk mengelola sumber kekayaan tersebut, butuh kita yang tidak hanya mau, tetapi memang benar-benar mampu demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Ke Mana Engkau Hendak?

Detak, detik, berdenting. Tahun-tahun melaju dan terus berjalan, kehidupan berlalu begitu cepat. Namun, kehidupan bukan persoalan waktu dan jarak, bukan pula persoalan seberapa lama dan seberapa jauh menapaki hidup. Kehidupan adalah persoalan ke mana dan bagaimana melangkah.

Ada

Perdebatan tak kunjung usai antara kelompok Teis dan Ateis adalah tentang wujud (ada). Kaum Ateis tidak percaya tentang 'ada', jika tak bisa dibuktikan dengan pengetahuan yang menjadikan indera sebagai instrumen utama bahkan satu-satunya untuk membuktikan kebenaran 'ada' tersebut.

Hari Buku

Selepas Subuh, saya memilih dan menyiapkan beberapa buku yang akan saya kirim ke salah satu Taman Baca Masyarakat (TBM) yang ada di salah satu daerah terpencil di Jawa Timur, Rumah Belajar FMS2 Kecamatan Sapeken. Tak banyak, hanya sekitar 8 - 10 eksemplar buku. Sebenarnya, saya telah menyiapkan buku itu sebulan sebelumnya, bahkan bermaksud mengirimnya tanggal 17 April yang lalu (tanggal 17 setiap bulan, adalah hari kirim buku gratis untuk taman baca masyarakat yang terdaftar). Namun, berdasar penjelasan Mbak-Mbak penjaga loket di Kantor Pos, tanggal 17 April bertepatan dengan hari pencoblosan (Pemilu) yang menjadi hari libur nasional, dan Kantor Pos tidak melayani pengiriman gratis pada bulan itu, berbeda dengan bulan Maret yang tanggal 17-nya jatuh di hari Minggu, paket pengiriman buku gratis dilayani pada tanggal 18, hari Seninnya. Hari itu, Selasa, 16 April saya tetap mengirimkan paket buku seberat 10kg menggunakan jasa pengiriman biasa dengan biaya mepet 300ribu. Da

Gerak

  Faidza faraghta, fanshab! (Apabila telah selesai dari satu urusan, maka segeralah beralih mengerjakan urusan lain) (Qs. al-Insyirah: 7) Gerak menurut KBBI adalah peralihan tempat atau kedudukan, baik hanya sekali maupun berkali-kali. Bergerak adalah berpindah dari tempat atau kedudukan (tidak diam saja).  Menurut Mulla Shadra, gerak adalah kodrat alam. Tak ada satupun entitas alam materi yang tetap, tanpa gerak. Shadra menyebutnya sebagai al harakah al jauhariyyah (gerak substansial). Gerak adalah potensialitas menuju aktualitas, berubahnya wujud potensi menjadi wujud aktual. Janin misalnya, adalah wujud potensi yang kemungkinan bergerak menuju wujud aktual manusia. Walhasil, konsep gerak terabstraksi dari komparasi antara dua wujud; wujud potensi dan wujud aktual. Apabila wujud potensi lebih sempurna dari wujud aktual, maka gerak disebut dengan gerak menurun. Apabila wujud potensi setara dengan wujud aktual, disebut dengan gerak setara. Dan apabila wujud aktual leb

Cermin

Dalam sebuah anekdot, tersebut kisah seorang sahabat yang menasihati kawannya yang nyaris berputus asa karena kekasih belahan jiwa tak kunjung dapat, agar terus menjalani 3 B, berusaha, tanpa lupa berdoa dan berpasrah. Setelah berpuluh pekan, berbilang bulan ternyata yang dinasihati tetap saja datang sendiri alias gagal mencari pendamping. Sang pemberi nasihat penasaran, ia pun berusaha mencari tahu, apa sebab kawannya selalu gagal.