Skip to main content

Jangan Takut Kuliah!




Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, suku, serta alamnya. Indonesia sangatlah beragam, tapi tak bisa diseragamkan. Sebab, dengan adanya perbedaan itulah kita menjadi kaya, kaya akan ragamnya. Namun, kita juga harus paham, untuk mengelola sumber kekayaan tersebut, butuh kita yang tidak hanya mau, tetapi memang benar-benar mampu demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Oleh karena itu, pendidikan sangat berperan penting demi mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan adanya pengetahuan, pun kita akan semakin mudah dalam mengelola sumber kekayaan alam di Indonesia. Namun, pada kenyataannya kita hanyalah budak di negeri sendiri. Pribumi yang diperdaya oleh bangsawan asing yang memanfaatkan bahan mentah milik kita, untuk kemudian dijual kembali dalam bentuk matang kepada kita tapi dengan harga yang sangat tinggi.

Jika kita pikir, bukankah seharusnya kita yang mendapat keuntungan terbesar dari hasil bumi yang kita pijaki ini? Bukankah kita adalah yang seharusnya lebih maju dengan apa yang kita miliki? Ini sudah cukup menjadi pertanyaan, sebenarnya apa yang membuat seolah kita diperbudak di negeri sendiri?

Maka, inilah mengapa kita harus memiliki pengetahuan yang luas. Dan untuk mencapai itu, kita butuh pendidikan. Akan tetapi, masalah kita sekarang adalah tingginya biaya yang harus kita keluarkan demi pendidikan itu. Belum lagi kondisi ekonomi Indonesia yang masih di bawah target. Seperti “Kaya Tapi Miskin”. Lalu yang lebih parah adalah untuk mencari pekerjaan, kini setidaknya membutuhkan minimal tingkat pendidikan S1. Sementara bisa kita lihat, ketidakseimbangan antara persyaratan tersebut dengan keadaan masyarakat di bawah pada umumnya. Tingkat kemiskinan masih tinggi, sementara pendidikan pun semakin mahal, dan ditambah dengan persyaratan kerja yang kian tahun kian sulit dipenuhi.

Padahal Indonesia memiliki sumber daya manusia yang besar. Jumlah penduduk yang mencapai 225 juta jiwa ini seharusnya dapat menjadi modal dasar dan pasar potensial bagi berbagai produk dan jasa. Olehkarena itu, dunia internasional menjadikan Indonesia sebagai sasaran pasar mereka, dengan pertumbuhan penduduk sekitar 1,36 persen pertahun, Indonesia mendapat tambahan 3,5 juta orang pertahun atau sejumlah penduduk Singapura. Sementara, seharusnya penduduk yang banyak bisa menjadi modal yang berharga jika tingkat pendidikannya cukup tinggi dan kesehatan yang baik.

Walaupun sudah lebih dari 90 persen anak-anak di Indonesia mengenyam tingkat pendidikan dasar 6 tahun, tapi yang bisa melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama, sekolah menengah atas dan perguruan tinggi sangat sedikit. Dan, lagi-lagi kemiskinan dan faktor ekonomilah yang menjadi penyebabnya. Meski pemerintah sudah memberlakukan wajib utama pendidikan adalah 9 tahun serta memberi berbagai kemudahan dan beasiswa, tapi kemiskinan membuat banyak keluarga memutuskan untuk tidak menyekolahkan anak-anak mereka lebih lanjut.

Hal ini pula dapat dipahami, karena mengingat sekolah tidak hanya sekolah saja, tetapi juga butuh biaya lain. Seperti seragam, tugas, uang jalan, dan segala macamnya. Sedang di samping itu, ada keperluan lain yang harus terpenuhi untuk makan, dan kebutuhan hidup.

Namun, kini ternyata ada salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, di mana kita tak harus mahal untuk meraih pendidikan. Semua memiliki hak untuk berpendidikan meski dengan harga yang terjangkau. Karena itulah IAIN Metro Lampung ada untuk anak-anak bangsa, generasi penerus yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga memiliki skill luar biasa dalam dunia maupun akhirat. Dengan visi menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul dalam sinergi sosio-eco-techno-preneurship berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Kita tidak hanya diajarkan tentang ilmu duniawi saja, melainkan ilmu akhirat. Tentang agama Islam yang sebenar-benarnya. Sehingga, meskipun kita telah mendapatkan banyak ilmu serta wawasan dan pengalaman yang luas, kita tidak lupa kepada siapa kelak kita akan dikembalikan, yaitu hanya kepada Allah. Tidak hanya itu, dengan banyaknya jurusan serta unit kegiatan mahasiswa pun dapat menunjang kreativitas serta minat bakat calon generasi muda Indonesia.

Dengan begitu, kita tak perlu khawatir lagi akan biaya yang mahal demi menjemput pendidikan tinggi seperti kalangan-kalangan atas pada umunya. Setiap kita pun berhak mendapatkan pendidikan tinggi, pengetahuan luas, serta ilmu yang cukup. Dan itu semua, tidak serta merta demi kelangsungan masa depan sendiri, melainkan dapat menciptakan generasi gold pada masanya.

Kita juga dapat mencari sumber lebih lengkap ke https://id.wikipedia.org/wiki/IAIN_Metro atau langsung kunjungi website resmi IAIN Metro Lampung, yaituhttps://metrouniv.ac.id/

Sumber :

-------

Intan Jannah Masrokha, Perempuan biasa yang telah hidup 18 tahun di bumi hingga sekarang. Lahir di Lampung pada bulan ke 5 pada kalender Indonesia. Berstatus Mahasiswi di IAIN Metro yang dengan sengaja mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam karena suka. Untuk lebih lanjut dapat kunjungi dunia sosial saya, instagram @asaindara atau bisa subscribe channel youtube saya asaindara. Selanjutnya semoga kita bisa saling mengenal. Selamat mengunjungi!



(Tulisan ini telah diterbitkan dalam Monograf "Bangga Kuliah di KPI IAIN Metro").


Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Maaf, E-Book Akan Dihapus?

Saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang setia mengunjungi blog ini untuk mencari bahan bacaan berupa PDF, jika sejak tulisan ini diposting saya tidak akan lagi mengunggah buku-buku PDF di blog. Silahkan jika ada yang membutuhkan langsung berkirim email ke omahseribusatu@gmail.com. Ada banyak alasan, tentu yang utama adalah sebagai ikhtiar menghindari gunjingan. Saya sebenarnya punya segudang pembenaran, tetapi saya pun menyadari pembenaran bukan kebenaran. Saya sedih saat kawan-kawan saya dipelosok yang memiliki semangat membaca tinggi, tetapi minim bahan bacaan seperti buku. Dulu, saya masih bertahan dituding melakukan aktivitas ilegal dan haram karena menyebarkan buku-buku pdf tanpa seizin penerbit dan penulisnya, saya membela diri dengan alasan lebih terkutuk saya yang membiarkan mereka tak membaca, sedang untuk mengirimkan mereka bahan bacaan, untuk 10 eksemplar buku saja saya sudah cukup 'ngos-ngosoan' membayar ongkos kirimnya. Saya mengakui bahwa saya memang belum