E-Book: Gunung Kelima

E-Book: Gunung Kelima

Gunung Kelima atau The Fifth Mountain adalah satu karya Paulo Coelho yang mengusung tema perjuangan, tentang mimpi, harapan, dan kerja keras, tentu selain novel lain Sang Alkemis, yang sangat berkesan itu.

Tema-tema perjuangan, memang sangat akrab dengan kehidupan Paulo Coelho. Ia pernah tiga kali dimasukkan ke rumah sakit jiwa oleh orang tuanya karena keinginannya menjadi seorang penulis. Orang tuanya tidak ingin ia menjadi sastrawan. Namun, Paulo Coelho tetap memperjuangkan mimpinya, ia bahkan bergabung dalam teater dan menjadi jurnalis.

Kehidupan jurnalistik di Brazil pada masa itu dianggap sebagai kehidupan yang tidak bermoral, sehingga orang tuanya takut hal itu akan membawa pengaruh buruk terhadap kehidupannya. Kecemasan orang tuanya tersebut seolah menghempaskan Coelho dari mimpinya. Namun, ia bangkit dan terus mearawat mimpi-mimpi itu, hingga akhirnya berhasil menorehkan karya-karya luar biasa.

Dalam Gunung Kelima ini, ia mengangkat kisah Elia ketika berusia 23 tahun, ketika terancam pembunuhan oleh Ratu Izebel, ia melarikan diri ke Israel, ke Kota Akbar (kita mengenalnya dengan Lebanon) yang indah, menumpang di rumah seorang janda yang hidup bersama putranya.

Ketika Kota Akbar terancam perang, Elia berdoa kepada Tuhan agar kota tersebut diselamatkan, tetapi Tuhan seakan tak mendengar seruannya. Begitu pun kala Elia berdoa agar Tuhan menyelamatkan perempuan yang dicintainya, Tuhan seolah memalingkan muka, tak memedulikannya. Elia protes, mempertanyakan kasih dan kemurahan hati Tuhan. Ia memutuskan untuk menentang dan menantang Tuhan, sampai Tuhan memberikan jawaban.

Coelho secara apik mengemas cerita hubungan manusia dengan Tuhan, konflik batin yang (barangkali) sering dialami oleh banyak manusia ketika mengalami masalah dan masa-masa sulit. Coelho bercerita tentang hal-hal yang universal, ketakutan, keraguan dan cinta.

Ketika Tuhan membiarkan perang terjadi dan merenggut banyak nyawa, termasuk perempuan yang dicintainya, janda yang rumahnya menjadi tempat tinggal Elia, ia merasa benar-benar terpuruk, merasa gagal dan ditinggalkan. Dengan segala kesedihan dan kesengsaraan itu, Elia memulai pergumulan dengan Tuhan.

Dalam Al Kitab, Elia sebenarnya adalah nabi yang sakti. Namun, di Gunung Kelima, Paulo Coelho sukses menhadirkan sisi ‘manusia’ seorang nabi, bahwa seorang nabi juga tetap harus berjuang.

Menurutku, Coelho hendak menitip pesan, bahwa ketika kemalangan menyapa, kita harus memilih, menyerah atau bangkit.

Penasaran? Silahkan baca dan unduh pdf-nya di sini.


0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post