E-Book: Veronika Memutuskan Mati


Veronika Memutuskan Mati. Gila. Depresi

Novel Veronika Memutuskan Mati berkisah tentang seorang gadis bernama Veronika yang memutuskan untuk mati karena tidak punya gairah dalam menjalani hidup. Veronika jenuh menjalani hidup normal dan biasa-biasa saja, bangun, beraktivitas, kemudian tidur lagi. Ia juga menganggap dunia semakin kacau, sementara ia tak bisa melakukan apapun untuk mengubahnya.

Namun, usahanya untuk mengakhiri hidup dengan cara menenggak puluhan pil tidur berakhir gagal. Ia terbangun di sebuah rumah sakit jiwa di Kota Vilette, Slovenia. Dokter Igor, yang merawatnya mengabarkan bahwa hidupnya tinggal lima hari lagi karena jantungnya mengalami kerusakan saat ia mencoba bunuh diri. Mengetahui hal itu, Veronika semakin ingin cepat mati.

Tetapi itu tak bertahan lama, ia kemudian memutuskan untuk timbal di rumah sakit jiwa itu lebih lama, bersama orang gila yang tidak sepenuhnya gila. Mereka hanyalah orang-orang yang tidak sanggup menghadapi dunia ini hingga memilih menjadi gila dan menciptakan kebebasan sendiri di Villete. Ada yang ingin menghindari jerat hukum dan berpura-pura gila, ada yang depresi karena kehilangan orang dicintai, ada yang ingin menghindari tuntutan kerja dan tuntutan keluarga.

Di rumah sakit jiwa tersebyt, Veronika berteman dengan Zedka dan Mari. Zedka ingin bertahan dengan kegilaannya karena menurutnya gila adalah kehidupan seperti yang ia impikan. Sedangkan Mari adalah seorang pengacara yang tiba-tiba mengalami panic attack, karena dia tidak mampu hidup di luar rutinitas kesehariannya, menurut dokter Igor, ia terlalu memaksakan dirinya sama seperti orang lain.

Di rumah sakit jiwa itu, Veronika juga mulai jatuh cinta terhadap seorang pria penderita Skizofrenia, bernama Eduard. Mereka berbagi rasa dalam ruang tanpa kata-kata. Mereka menjalin ikatan unik bernama cinta. Ikatan ini membuat segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, membuat tembok-tembok Villete seakan tidak ada. Dan mereka serasa bebas dalam waktu dan ruang yang tak terbaca.

Paulo Coelho, sebagaimana dalam novel-novel lainnya selalu berhasil mengemas pesan secara mengesankan. Membaca Veronika Memutuskan Mati, menyelipkan sebuah pertanyaan penuh makna, "Sebenarnya selama ini siapa yang gila?"

“Aku ingin hidup lagi, aku ingin berbuat kesalahan yang selama ini ingin kulakukan, tetapi tidak pernah berani kulakukan. menghadapi rasa panik yang tidak akan membuatku mati atau pingsan. Aku akan mengumpulkan teman-teman dan mengajarkan cara menjadi gila agar mereka menjadi bijaksana. Akan ku katakan bahwa jika kamu hidup, maka Tuhan akan hidup bersamamu. Kalau kamu tidak mau mengambil risiko itu maka Ia akan menjauh ke surga dan keberadaan-Nya menjadi bahasan spekulasi filsafat saja," Veronika di Vilette

Novel ini membuat kita berpikir bahwa rumah sakit jiwa adalah satu-satunya tempat yang menyediakan kebebasan di dunia ini. Memang di sana juga pasti ada beberapa aturan yang harus ditaati. Tapi aturan hanya untuk mereka yang waras. Orang gila adalah orang yang paling bebas. Meskipun mereka terkurung di rumah sakit jiwa, tapi mereka bebas melakukan apapun. Toh orang telanjur menganggap mereka gila, apapun yang dilakukan pasti hanya akan mendapat komentar dia gila.

Gila seringkali diartikan sebagai laku menyimpang dari keumuman, dari mayoritas. Seperti banyak Nabi yang juga dianggap gila, Nuh yang membuat perahu jauh dari laut, Ibrahim yang menolak menyembah patung bikinan bapaknya, hingga Muhammad yang mengabarkan tentang Tuhan yang tunggal!

Barangkali, bersikukuh tidak menggunakan uang dalam pemilu legislatif dan eksekutif hari ini juga bisa dianggap gila. Tidak memanipulasi dan tidak mark up anggaran, tidak menerima setoran proyek juga adalah gila!

Apakah Anda akan memutuskan gila?

Sebelumnya silahkan baca novel ini, unduh pdf-nya di sini.


0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post