Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2019

Habibie di Sebuah Pulau Terpencil

Habibie dan pesawat. Dua kata yang sangat akrab di telinga anak-anak pulau, dua kata yang setiap kali disebut akan menarik perhatian kami. Ketika ada yang meneriakkan kata pesawat, kami yang sedang berada di kelas, atau berkerumun di tengah sawah, bermain di halaman rumah akan segera berhamburan pada satu titik, tanah yang lapang sembari mendongakkan kepala, menanti si burung besi itu lewat di atas kami, berteriak-teriak dan melambaikan tangan. Begitu pun, kala nama Habibie disebut oleh guru, suasana kelas yang berisik akan berubah jadi hening seketika, semua orang akan menyimak dengan seksama setiap cerita tentang Habibie. Masa itu, kami hanya tahu bahwa yang membuat pesawat terbang adalah Habibie. Dinding papan yang nyaris lapuk, penuh coretan, menjadi saksi bahwa di tahun 1980-an akhir, nama B.J. Habibie telah sampai di pulau terpencil, ujung paling timur Pulau Jawa, berdiam di hati anak-anak kecil, yang berseragam merah-putih berkaki telanjang dengan sisa lumpur sawah