E-Book: Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya



Sebagai agama samawi yang terakhir dan paling komprehensif, Islam menekankan bahwa Tuhan sama sekali bersifat transenden dari ciptaan-Nya. Berkenaan dengan pernyataan ini, kaum sufi sepakat sepenuhnya. Mereka berkata: ”Dengan rupa apa pun engkau membayangkan Tuhan, dia tetap berbeda dari bayanganmu.” Namun, pada saat yang sama, mereka meyakini bahwa Tuhan juga bersifat imanen, selalu ada di dalam ciptaan-Nya. Bahkan, mustahil bagi manusia untuk mengetahui Tuhan kecuali melalui ciptaan-Nya.

Menurut kaum sufi, ciptaan yang paling dekat dan paling mudah untuk mengantar kepada pengenalan Tuhan adalah diri manusia sendiri. Karena itulah terkenal ungkapan populer di kalangan sufi, ”Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.”

Jalaluddin Rumi, yang terkenal dengan puisi-puisi sufistiknya, kali ini menyusun aforisme-aforisme yang luar biasa indah dan dalam.

Buku ini adalah salah satu magnum opus-nya. Jika Matsnawi dianggap sebagai karya puisi terbaik, maka buku ini-yang edisi bahasa Arabnya berjudul Fihi ma Fihi-adalah yang terbaik dalam bentuk aforisme sufistik. Lewat aforisme ini, kita seperti sedang bertatap muka dengan Maulana, berbincang-bincang dan diajak untuk merenungi hakikat eksistensi. Ia memberi 'ragi' bagi pencarian bentuk eksistensi kita sebagai manusia. Buku ini nampak tersusun sebagai sebuah risalah petunjuk bagi para penempuh jalan sufi, sehingga bab demi babnya terasa sebagai sebuah kurikulum yang tersusun rapi. (Sumber: goodreads)


Unduh di sini.

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post