Skip to main content

Berperilaku Cerdas di Tengah Ketidakpastian


Lonjakan positif Covid-19 kembali terjadi, berita-berita yang mengerikan kembali menjadi headline, kasir supermarket, pedagang pasar hingga anak kecil usia di bawah lima tahun, turut menjadi korban baru. Tindakan masyarakat yang ‘suka-suka’ ini sukses melahirkan kepanikan massal baru, kecemasan baru dan tentu saja menambah suram ujung lorong wabah Covid-19 ini.

Kepanikan dan putus asa, merupakan dua kata yang mengikis nalar dan menggerus kewarasan. Saat orang panik secara berlebihan, maka saat itu ia juga akan sulit berpikir jernih, pun pada ketika orang dihinggapi perasaan putus asa, harapannya menjadi pupus, masa depan baginya terlalu pendek dan akhirnya ia akan melakukan tindakan-tindakan nekat yang mengabaikan keselamatan hidupnya dan orang lain.

Berbeda dengan orang yang mampu bersikap tenang dan selalu berpikir positif, selalu cerdas berperilaku, baginya musibah pasti berlalu, ia selalu memiliki stok optimisme yang tak terbatas, sekalipun ia tak mengetahui kapan akhir dari pandemi ini. Untuk itu, bagi mereka yang selalu optimis, akan berupaya untuk mempersiapkan diri, mempersiapkan segala yang dimiliki untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, baik atau buruk. 

Baca selengkapnya di Menjadi Pemenang di Era Pandemi

Comments

Popular posts from this blog

Korupsi, Ajian Waringin Sungsang dan Malih Rupa

Jika sempat menikmati hidup di tahun 1980 hingga 1990-an, di mana informasi diperoleh masih lebih banyak dari radio, terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman, pastilah tak asing dengan serial sandiwara radio "Saur Sepuh". Brama Kumbara adalah tokoh sentral dalam Saur Sepuh, memiliki dua ilmu kedigdayaan yang sangat populer, Ajian Serat Jiwa dan Lampah Lumpuh . Ajian Serat Jiwa memiliki sepuluh tingkatan, ajian yang bisa menghancurkan lawan hingga berkeping-keping, barangkali jika dianalogikan dengan konteks kedigdayaan modern, barangkali serupa dengan senjata api yang juga memiliki kecanggihan bertingkat dari pistol dengan kekuatan biasa hingga senjata canggih sejenis rudal atau bom atom. Sedangkan Lampah Lumpuh , adalah ilmu yang menghilangkan kekuatan, membuat musuh lumpuh dan merasa tak berguna, kecuali ia bertobat dan berjanji tak akan mengulangi kejahatannya lagi, mungkin dalam konteks kekinian ajian Lampah Lumpuh ini mirip rompi oranye

Perempuan Senja

Kehadiran Gadis itu begitu misterius. Ia tiba-tiba muncul di bibir pantai. Duduk mematung, memandang ke laut lepas dengan tatapan kosong. Tak satupun yang paham darimana ia berasal dan di mana ia menetap. Ia akan muncul ketika matahari tinggal sepenggalah, menatap ke ufuk Barat hingga matahari merayap lenyap ditelan gelap.

Orang Miskin Dalam Senandung Cinta Rumi

Konon, mencintai orang miskin dengan segala kekurangannya adalah cinta yang paling ikhlas, karena tak ada balas yang diharap. Berbeda ketika mencintai mereka yang berada dan berlimpah materi , bisa banyak udang di balik batu.