Widget HTML Atas

Berperilaku Cerdas di Tengah Ketidakpastian


Lonjakan positif Covid-19 kembali terjadi, berita-berita yang mengerikan kembali menjadi headline, kasir supermarket, pedagang pasar hingga anak kecil usia di bawah lima tahun, turut menjadi korban baru. Tindakan masyarakat yang ‘suka-suka’ ini sukses melahirkan kepanikan massal baru, kecemasan baru dan tentu saja menambah suram ujung lorong wabah Covid-19 ini.

Kepanikan dan putus asa, merupakan dua kata yang mengikis nalar dan menggerus kewarasan. Saat orang panik secara berlebihan, maka saat itu ia juga akan sulit berpikir jernih, pun pada ketika orang dihinggapi perasaan putus asa, harapannya menjadi pupus, masa depan baginya terlalu pendek dan akhirnya ia akan melakukan tindakan-tindakan nekat yang mengabaikan keselamatan hidupnya dan orang lain.

Berbeda dengan orang yang mampu bersikap tenang dan selalu berpikir positif, selalu cerdas berperilaku, baginya musibah pasti berlalu, ia selalu memiliki stok optimisme yang tak terbatas, sekalipun ia tak mengetahui kapan akhir dari pandemi ini. Untuk itu, bagi mereka yang selalu optimis, akan berupaya untuk mempersiapkan diri, mempersiapkan segala yang dimiliki untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, baik atau buruk. 

Baca selengkapnya di Menjadi Pemenang di Era Pandemi
Rahmatul Ummah
Rahmatul Ummah Penikmat jagung dan singkong rebus. Menganggap hobi menulis sebagai pekerjaan. Jika tidak darurat, hanya bisa diajak 'ngobrol' di malam hari. Editor serabutan di beberapa penerbit lokal, Pusaka Media, Sai Wawai Publishing dan Aura Publishing.

No comments for "Berperilaku Cerdas di Tengah Ketidakpastian"